Menuju konten utama
Ramadhan 2022

Khutbah Jumat Ramadhan: Malam Lailatul Qadar & Daftar Keutamaannya

Khutbah Jumat singkat Ramadhan tentang malam Lailatulqadar dan daftar keutamaannya.

Khutbah Jumat Ramadhan: Malam Lailatul Qadar & Daftar Keutamaannya
Ilustrasi Kronik Lailatul qadar dan iktikaf

tirto.id - Tema Khutbah Jumat Ramadhan pekan ini tentang malam Lailatul Qadar dan daftar keutamaannya.

Bismillaahirahmaanirrahiim,

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh..

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulilah dalam kesempatan majelis salat dan khotbah Jumat kali ini, 22 April 2022 atau 21 Ramadan 1443 Hijriah kita kembali dipertemukan kembali oleh Allah SWT insya Allah dalam keadaan sehat walafiat, aamiin yaa robbal 'alamiin.

Khutbah Jumat Ramadhan Malam Lailatulqadar

Saat ini bulan Ramadan sudah memasuki sepertiga waktu terakhirnya, di mana dalam 10 hari terakhir ini kita umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan iktikaf dan mencari malam Lailatulqadar.

Malam Lailatulqadar adalah malam yang begitu istimewa dari seribu bulan, karena pada malam tersebut para malaikat turun ke bumi untuk memberikan keberkahan serta ampunan kepada manusia yang ikhlas beribadah kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya.

Lalu kapankah malam Lailatulqadar itu? Tak ada yang tahu pasti kapan datangnya, namun malam Lailatulqadar biasanya akan jatuh di malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir Ramadan, yakni pada malam 21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan, seperti sabda Nabi Muhammad SAW:

"Carilah Lailatul qadar itu pada tanggal ganjil dari 10 hari terakhir bulan Ramadan," (H.R. Bukhari)

Selain itu, tidak semua orang bisa melihat datangnya malam Lailatulqadar, hanya orang-orang pilihan yang bisa menyaksikannya.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Qadr ayat 1-5:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اِنَّاۤ اَنۡزَلۡنٰهُ فِىۡ لَيۡلَةِ الۡقَدۡرِ

Innaa anzalnaahu fii lailatil qadr

1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar.

وَمَاۤ اَدۡرٰٮكَ مَا لَيۡلَةُ الۡقَدۡرِؕ

Wa maa adraaka ma lailatul qadr

2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

لَيۡلَةُ الۡقَدۡرِ  ۙ خَيۡرٌ مِّنۡ اَلۡفِ شَهۡرٍؕ

Lailatul qadri khairum min alfii shahr

3. Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.

تَنَزَّلُ الۡمَلٰٓٮِٕكَةُ وَالرُّوۡحُ فِيۡهَا بِاِذۡنِ رَبِّهِمۡ‌ۚ مِّنۡ كُلِّ اَمۡرٍ

Tanaz zalul malaa-ikatu war ruuhu fiiha bi izni-rab bihim min kulli amr

4. Pada malam itu turun para malaikat dan Rµh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.

سَلٰمٌ هِىَ حَتّٰى مَطۡلَعِ الۡفَجۡرِ

Salaamun hiya hattaa mat la'il fajr

5. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.

Dalam ayat ini, Allah SWT menyatakan keutamaan Lailatulqadar yang tidak dapat diketahui oleh siapa pun, baik para ulama dan ilmuwan, bagaimanapun tingginya ilmu pengetahuan mereka.

Pengertian dan pengetahuan Nabi-Nya pun tidak sanggup menentukan kebesaran dan keutamaan malam Lailatulqadar.

Hanya Allah SWT yang mengetahui segala hal yang gaib, yang menciptakan alam semesta, yang mewujudkannya dari tidak ada menjadi ada.

Keutamaan Malam Lailatulqadar

MENANTI HIDAYAH MALAM LAILATULKADAR

Umat muslim membaca Alquran berdiam diri di dalam Masjid Al Hikmah Cunda, Lhokseumawe, Aceh, Senin (19/6). ANTARA FOTO/Rahmad

Allah menerangkan keutamaan Lailatulqadar yang sebenarnya. Malam itu adalah suatu malam yang memancarkan cahaya hidayah sebagai permulaan tasyri' yang diturunkan untuk kebahagiaan manusia.

Malam itu juga sebagai peletakan batu pertama syariat Islam, sebagai agama penghabisan bagi umat manusia, yang sesuai dengan kemaslahatan mereka sepanjang zaman.

Malam Lailatulqadar merupakan malam yang lebih utama dari seribu bulan, yang maknanya adalah bahwa ibadah yang kita lakukan pada malam itu dengan niat ikhlas karena Allah akan mempunyai nilai tambah berupa kemuliaan dan ganjaran yang lebih baik dari ibadah seribu bulan.

Mengapa disebut "seribu"? Ini sebenarnya bukanlah untuk menentukan bilangan, tetapi bermakna bahwa seribu untuk menyatakan banyaknya yang tidak terhingga.

Pada malam Lailatulqadar, seperti disampaikan ayat di atas, Allah menyatakan sebagian dari keistimewaan malam tersebut.

Yaitu turunnya para malaikat bersama Jibril dari alam malaikat sehingga tampak oleh Nabi Muhammad SAW, terutama Jibril yang menyampaikan wahyu.

Penampakan Jibril kepada Nabi SAW dalam rupanya yang asli adalah perintah Allah, setelah Ia mempersiapkan Nabi-Nya untuk menerima wahyu yang akan disampaikannya kepada manusia yang mengandung kebajikan dan keberkahan.

Turunnya malaikat ke bumi adalah dengan izin Allah, tidak perlu kita menyelidiki bagaimana cara dan apa rahasianya. Kita hanya cukup beriman saja dengannya.

Jadi malam Lailatulqadar adalah hari raya umat Islam karena merupakan waktu turunnya Al-Qur'an dan malam bersyukur kepada Allah atas kebajikan serta kenikmatan yang dikaruniakan-Nya.

Pada saat itu, malaikat ikut bersyukur bersama manusia atas kebesaran malam Qadar, sebagai tanda kemuliaan manusia yang menjadi khalifah Allah di muka bumi.

Di antara tanda-tanda datangnya Lailatulqadar adalah matahari terbit tanpa sinarnya yang memancar.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu 'Abbas, Rasulullah SAW bersabda tentang malam Lailatulqadar:

"Lailatul qadar adalah malam yang tenang dan cerah, tidak panas dan tidak dingin, serta matahari pada pagi harinya berwarna merah terang," (Riwayat Abu Dawud)

Keutamaan pada malam Lailatulqadar itu disebutkan bahwa Allah hanya menentukan keselamatan dan kesejahteraan bagi makhluknya.

Para malaikat juga turun secara bergelombang sambil membawa rahmat, kebaikan, salam, dan berkah dari Allah.

Pada malam itu pula, tiap kali berjumpa dengan orang beriman, para malaikat pasti mengucapkan salam kepadanya.

Allah menyatakan bahwa pada malam Lailatulqadar akan dipenuhi kebajikan dan keberkahan dari permulaan sampai terbit fajar.

Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk bisa melihat dan mendapatkan kemuliaan malam Lailatulqadar?

Sebagai umat-Nya, kita bisa melakukan hal-hal untuk menghidupkan malam Lailatulqadar dengan berbagai ibadah, seperti memperbanyak membaca istigfar, zikir, mengerjakan salat-salat sunah, memperbanyak membaca Al-Qur’an, beriktikaf di masjid, dan lain sebagainya.

Dikutip laman NU Online, kita juga bisa memperbanyak membaca doa, terutama doa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Sayyidah Aisyah ra:

اللهم إنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ

Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun mencintai pengampunan, maka ampunilah dosa-dosaku”.

Selain itu, juga bisa memperbanyak membaca doa sapu jagad:

رَبَّنا ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذابَ النَّارِ

Rabbanaa atinaa fiddunyaa hasanah wafil akhirati hasanah, waqinaa 'adzabannaar

Artinya: “Ya Allah, berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah kami dari siksa neraka”.

Rasulullah SAW bersabda yang maknanya:

“Barang siapa yang menghidupkan malam lailatul qadar dengan berbagai ibadah dengan dilandasi keimanan dan niat mengharap ridla Allah semata, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Demikianlah khotbah Jumat kali ini, semoga bermanfaat dan kita dapat mengambil hikmah dari apa yang disampaikan. Aamiin allahumma aamiin.

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh.

Baca juga artikel terkait KHUTBAH JUMAT RAMADHAN atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Addi M Idhom