Menuju konten utama

Kereta Cepat Terintegrasi KA Feeder: Jakarta-Bandung 50 Menit

Perjalanan dari Stasiun Padalarang menggunakan Kereta Api Feeder menuju Stasiun Bandung akan memakan waktu sekitar 20 menit.

Kereta Cepat Terintegrasi KA Feeder: Jakarta-Bandung 50 Menit
Petugas berjalan di samping kereta feeder atau pengumpan penumpang Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang terparkir di Dipo Lokomotif Stasiun Bandung, Jawa Barat, Senin (12/62023). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/nym.

tirto.id - Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) akan terintegrasi dengan Kereta Api Feeder di Stasiun Padalarang untuk mempermudah penumpang KA Cepat menuju Stasiun Cimahi atau Stasiun Bandung. General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa menjelaskan, penyediaan feeder merupakan hasil kolaborasi bersama KAI.

"Stasiun KA Cepat Padalarang dengan Stasiun KA Padalarang langsung terkoneksi dan terhubung sehingga memudahkan penumpang untuk berpindah moda. Penyediaan KA Feeder ini merupakan hasil kolaborasi bersama KAI dalam rangka peningkatan konektivitas serta layanan transportasi yang seamless dan nyaman bagi penumpang KA Cepat," kata Eva dalam keterangan tertulis, Selasa (5/9/2023).

Di Stasiun Padalarang akan tersedia Kereta Api Feeder yang akan berhenti di Stasiun Cimahi dan Stasiun Bandung. Perjalanan dari Stasiun Padalarang menuju Stasiun Bandung akan memakan waktu sekitar 20 menit.

Kemudian, waktu tempuh perjalanan KA Cepat Halim-Padalarang hanya 30 menit, maka total perjalanan dari Stasiun KA Cepat Halim menuju Stasiun Bandung adalah 50 menit.

"Bagi masyarakat yang ingin menuju pusat Kota Bandung bisa memanfaatkan KA Feeder yang jadwalnya menyesuaikan perjalanan KA Cepat. Cukup turun di stasiun KA Cepat Padalarang dan beralih ke KA Feeder, penumpang sudah bisa menuju Stasiun Bandung maupun Stasiun Cimahi," bebernya.

Selain KA Feeder, masyarakat juga bisa memanfaatkan Commuter Line Bandung Raya, Trans Metro Pasundan Rute Alun-Alun-KBP, Damri Rute Alun–Alun Bandung–Situ Ciburuy (Via Cimahi) serta Rute usulan Stasiun Padalarang–Lembang oleh KBB. Kemudian angkutan perkotaan Rute Padalarang-Rajamandala, Rute Padalarang – Cimahi–Leuwipanjang, dan rute Padalarang-Cimahi.

"Integrasi antarmoda ini bisa terwujud berkat adanya dukungan dari Kemenko Marves, Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, Pemerintah Daerah dan para operator angkutan umum. Dengan kolaborasi ini, diharapkan stasiun-stasiun KA Cepat bisa dengan mudah diakses dan dijangkau oleh masyarakat," katanya.

Untuk diketahui sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga sempat melakukan uji coba perjalanan terintegrasi dari Stasiun Halim menuju Stasiun Bandung menggunakan Kereta Cepat dilanjutkan dengan KA Feeder.

Dalam kesempatan itu, Budi menilai uji coba merupakan bagian dari rangkaian penyempurnaan layanan Kereta Cepat jelang pengoperasiannya nanti secara reguler.

“Kami bersama KCIC terus berupaya melakukan penyempurnaan dengan melakukan serangkaian uji coba. Mudah-mudahan uji coba berjalan lancar dengan hasil yang baik, sehingga sudah bisa digunakan masyarakat pada bulan Oktober 2023,” ujar Budi.

Baca juga artikel terkait KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG atau tulisan lainnya dari Hanif Reyhan Ghifari

tirto.id - Bisnis
Reporter: Hanif Reyhan Ghifari
Penulis: Hanif Reyhan Ghifari
Editor: Intan Umbari Prihatin