Keputusan Harga Rumah Subsidi Masih Dikaji Kemenkeu

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 8 Maret 2019
Kementerian Keuangan masih mengkaji ketentuan bebas pajak untuk rumah subsidi.
tirto.id -
Kementerian Keuangan belum menetapkan harga baru rumah subsidi yang telah diusulkan oleh Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).

Menurut Dirjen Pembiayaan Infrastruktur PU dan Perumahan Kemen PUPR, Eko Heripoerwanto harga baru itu sebenarnya sudah ditunggu para pengembang perumahan.

Para pengembang kini masih menahan diri untuk melanjutkan proyek rumah subsidi dalam program Sejuta Rumah karena pemerintah belum segera memutuskan harga rumah subsidi. Alasan tersebut yang membuat program sejuta rumah tersendat.

"Tentang harga 2019, disampaikan itu bolanya [di] Kementerian Keuangan,” kata Eko di Kementerian PUPR, Jumat (8/2019).

Menurut Eko, kendala penentuan harga rumah subsidi ini karena Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih mengkaji besaran insentif pajak, terutama untuk harga rumah yang akan diberikan pembebasan pajak.

“Sebetulnya yang ditunggu ketetapan pajak, bebas pajak. Tentang usulan harga sudah dikeluarkan, yang bebas pajak sampai seberapa? Tidak mungkin nanti kita mengeluarkan sepihak tapi kemudian pajaknya tidak mengikuti," jelas dia.

Sebelumnya disampaikan bahwa penyediaan program Sejuta Rumah di tahun 2019 masih tersendat. Hingga Maret 2019, baru 120.000 unit rumah yang tersedia. Padahal bila merujuk data Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, jumlah unit yang terbangun pada periode yang sama tahun 2018 lalu sudah mencapai kisaran 200.000 unit.

"Karena ini saja sudah sampai bulan ini masih 120-128 (ribuan). Biasanya sudah 200 (ribuan)," kata Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi Abdul Hamid dalam kesempatan yang sama.


Baca juga artikel terkait RUMAH SUBSIDI atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Agung DH