Menuju konten utama

Kenali Gejala Gangguan Mental pada Anak

Anak-anak dapat mengalami semua kondisi kesehatan mental yang sama seperti orang dewasa, tetapi kadang-kadang mengekspresikannya secara berbeda.

Kenali Gejala Gangguan Mental pada Anak
Ilusrasi anak autis. Getty Images/iStockphoto

tirto.id - Penyakit mental pada anak sering kali sulit untuk diidentifikasi oleh para orang tua. Akibatnya, banyak anak dengan gangguan mental yang tidak mendapat perawatan yang baik dan sesuai dengan yang dibutuhkan.

Ada kesulitan yang dihadapi orang tua untuk mengidentifikasi penyakit mental pada anak-anak. Bahkan jika para orang tahu gejala-gajalanya, mungkin sulit untuk membedakan tanda-tanda masalah dari perilaku masa kanak-kanak yang normal.

Kekhawatiran tentang stigma yang terkait dengan penyakit mental, penggunaan obat-obatan tertentu, dan tantangan biaya atau logistik perawatan juga dapat mencegah orang tua mencari perawatan untuk anak yang diduga memiliki penyakit mental.

Berikut adalah 11 tanda-tanda dan gejala yang harus diperhatikan oleh orang tua terkait gejala kesehatan mental dilansir dari Child Mind:

1. Merasa sangat sedih atau mengurung diri selama dua minggu atau lebih

2. Serius mencoba melukai diri sendiri, bunuh diri, atau membuat rencana untuk melakukannya

3. Ketakutan luar biasa yang tiba-tiba tanpa alasan, terkadang dengan jantung berdebar atau bernafas cepat

4. Terlibat dalam beberapa perkelahian, menggunakan senjata, atau sangat ingin menyakiti orang lain

5. Perilaku parah, tidak terkendali yang dapat melukai dirinya sendiri atau orang lain

6. Tidak makan, muntah atau menggunakan obat pencahar untuk menurunkan berat badan

7. Kekhawatiran atau ketakutan intensif yang menghalangi aktivitas sehari-hari

8. Kesulitan ekstrem dalam berkonsentrasi atau tetap diam yang menempatkannya dalam bahaya fisik atau menyebabkan kegagalan sekolah

9. Penggunaan narkoba atau alkohol berulang-ulang

10. Perubahan suasana hati yang parah yang menyebabkan masalah dalam hubungan

11. Perubahan drastis dalam perilaku atau kepribadiannya

Apa saja gangguan kesehatan mental yang bisa dialami oleh anak-anak?

Anak-anak dapat mengalami semua kondisi kesehatan mental yang sama seperti orang dewasa, tetapi kadang-kadang mengekspresikannya secara berbeda. Sebagai contoh, anak-anak yang depresi sering menunjukkan lebih mudah marah daripada orang dewasa yang depresi, yang biasanya menunjukkan kesedihan.

Dilansir dari Mayo Clinic, anak-anak dapat mengalami berbagai kondisi kesehatan mental, termasuk:

1. Gangguan kecemasan.

Anak-anak yang memiliki gangguan kecemasan seperti gangguan obsesif-kompulsif, gangguan stres pasca-trauma, fobia sosial dan gangguan kecemasan umum hingga mengalami kecemasan sebagai masalah terus-menerus yang mengganggu kegiatan sehari-hari mereka.

2. Attention-deficit / hyperactivity disorder (ADHD).

Kondisi ini biasanya mencakup gejala sulit dalam memperhatikan atau fokus, hiperaktif dan perilaku impulsif. Beberapa anak dengan ADHD memiliki gejala di semua kategori ini, sementara yang lain mungkin memiliki gejala hanya dalam satu kategori.

3. Autism spectrum disorder (ASD).

Gangguan spektrum autisme adalah gangguan perkembangan serius yang muncul pada anak usia dini, biasanya sebelum usia 3. Meskipun gejala dan tingkat keparahan bervariasi, ASD selalu memengaruhi kemampuan anak untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.

4. Gangguan Makan.

Gangguan makan seperti anoreksia nervosa, bulimia nervosa dan gangguan makan berlebihan adalah kondisi yang serius, bahkan mengancam jiwa. Anak-anak dapat menjadi begitu sibuk dengan makanan dan berat badan sehingga mereka fokus pada hal lain.

5. Gangguan mood.

Gangguan mood seperti depresi dan gangguan bipolar dapat menyebabkan seorang anak merasakan perasaan sedih yang terus-menerus atau perubahan suasana hati yang ekstrem jauh lebih parah daripada perubahan suasana hati yang umum pada banyak orang.

6. Skizofrenia.

Penyakit mental kronis ini menyebabkan anak kehilangan kontak dengan kenyataan (psikosis). Skizofrenia paling sering muncul pada remaja akhir hingga 20-an.

Baca juga artikel terkait ANAK AUTIS atau tulisan lainnya dari Dinda Silviana Dewi

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Dinda Silviana Dewi
Penulis: Dinda Silviana Dewi
Editor: Nur Hidayah Perwitasari