Cara Mengatasi Kekecewaan Anak: Segera Minta Maaf & Tak Menyalahkan

Oleh: Endah murniaseh - 13 Februari 2020
Dibaca Normal 1 menit
Cara menyembuhkan kekecewaan yang dirasakan anak: segera meminta maaf, membangun toleransi, hingga tidak menyalahkan.
tirto.id - Perasaan kecewa merupakan salah satu hal yang sangat wajar dialami oleh siapapun termasuk anak, tidak sepenuhnya negatif, justru rasa kecewa dapat membuat anak meningkatkan keterampilan emosinya.

Sebagai orang tua, tentu harus membantu anak mengatasi rasa kecewanya tersebut, karena respons setiap anak yang berbeda-beda saat mereka merasakan kekecewaan.

Jika dibiarkan begitu saja, maka hal ini juga tidak baik, karena bisa saja membuat anak merasa bahwa ia diabaikan karena tidak adanya respons yang baik dari lingkungannya saat ia kecewa.

Agar tidak salah menghadapi anak yang sedang merasa kecewa, berikut adalah hal yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk mengobati rasa kecewa pada anak, yang dilansir dari situs resmi Kemendikbud dan Applesreebsd.

    • Segera minta maaf kepada anak
Jika orang tua yang menyebabkan anak kecewa, maka segeralah meminta maaf pada anak, karena ini adalah salah satu cara yang dapat mengobati rasa kecewa yang dirasakan oleh anak, meskipun mungkin anak tidak langsung dapat memaafkan kesalahan yang orang tua lakukan, serta rasa kecewanya tidak cepat menghilang.

Namun, tidak salah untuk meminta maaf ke anak. Dengan meminta maaf ke anak juga dapat membuat anak memahami jika saat melakukan kesalahan, harus meminta maaf.

Wujud meminta maaf lainnya juga bisa dilakukan dengan memberikan waktu lebih lama bersama anak, ataupun dengan memasakkan makanan kesukaan anak.

    • Tidak Menyalahkan anak
Saat anak kecewa, mereka akan cenderung marah sebagai bentuk ungkapan kekecewaan yang dirasakannya.

Saat inilah jangan menyalahkan anak serta memarahinya balik, cukup dengarkan apa yang mereka ungkapkan adalah salah satu cara agar anak merasa dihargai.

    • Mencoba memahami rasa kecewa anak
Cobalah untuk menjelaskan kepada anak apa yang terjadi saat anak mulai mereda amarahnya, dengan penjelasan yang logis dan penyampaian yang lembut maka lambat laun anak akan memahami apa yang tengah terjadi.

    • Memberikan pemahaman
Menjelaskan kepada anak bahwa anak bisa melakukan hal lain yang bermanfaat untuk dia.

Mungkin saja cara ini tidak akan langsung membuat anak tidak marah, namun dengan ketelatenan untuk menanamkan pemahaman ke anak, maka juga akan membuat anak memahami tentang apa yang terjadi.

    • Membangun toleransi anak terhadap rasa kecewa
Mengajarkan anak tentang hal apa saja yang bisa diubah serta tidak dapat dirubah, hal ini dapat membuat anak menerima hal-hal yang akan terjadi kedepannya.

    • Bantu anak mengidentifikasi dan mengakui perasaannya
Dengan hal-hal baru yang terjadi pada anak, biasanya anak akan bingung dengan apa yang ia rasakan, membantu anak megetahui apa yang sebenarnya ia rasakan.

    • Ajak anak untuk mengenali kelebihan yang ada pada dirinya
Dengan mengetahui kelebihan yang ada pada anak, hal ini akan membuat anak menjadi lebih senang karena ia dapat sedikit melupakan hal yang membuatnya kecewa.

    • Bantu anak membuat pilihan
Saat berada di situasi yang kurang mengenakkan, cobalah membantu anak untuk dapat memilih hal lain yang dapat meredakan rasa kecewanya.

    • Ajarkan anak menunda keinginan
Dapat memberikan apapun yang anak inginkan merupakan salah satu hal yang membuat orangtua puas terhadap perlakuan orangtua kepada anak.

Mengajarkan anak untuk menunda apa yang tidak ia inginkan bukan merupakan hal yang buruk, karena hal ini dapat melatih anak agar siap menghadapi kekecewaan saat berada di situasi yang tidak diharapkan.

Cara-cara tersebut mungkin bisa membantu anak untuk mengurangi rasa kecewanya, tetapi setiap anak memiliki waktu dan cara yang berbeda-beda untuk menghilangkan rasa kecewanya.

Membutuhkan waktu dan ketelatenan orang di sekitarnya agar ia tetap merasa nyaman dan diperhatikan saat ia merasa kecewa.

Baca juga artikel terkait ANAK-ANAK atau tulisan menarik lainnya Endah murniaseh
(tirto.id - Gaya Hidup)

Kontributor: Endah murniaseh
Penulis: Endah murniaseh
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno
DarkLight