Menuju konten utama

Kemlu Soal Kunjungan RI ke Rusia & AS: Memperluas Komunikasi

Kemlu menekankan kemampuan Indonesia merangkul semua pihak justru merupakan sebuah keunggulan diplomasi.

Kemlu Soal Kunjungan RI ke Rusia & AS: Memperluas Komunikasi
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang menyampaikan keterangan saat Press Briefing di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Kementerian Luar Negeri mengumumkan bahwa pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 2026 di Jakarta ditunda sampai pemberitahuan lebih lanjut akibat perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa rangkaian kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Rusia dan Prancis serta kunjungan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) merupakan upaya nyata Indonesia untuk memperluas ruang komunikasi dengan seluruh mitra strategis.

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Elizabeth Mewengkang, menjelaskan bahwa langkah tersebut mencerminkan posisi Indonesia yang tetap terbuka di tengah situasi geopolitik dunia yang dinamis.

"Bahwa kita terus membuka ruang komunikasi terhadap semua mitra kita di tengah kondisi geopolitik saat ini," ujar Yvonne dalam sesi doorstop usai konferensi pers di Kantor Kemlu, Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Yvonne menepis anggapan negatif yang menyebut Indonesia sedang "bermain di semua kaki" karena menjalin komunikasi intensif dengan negara-negara yang memiliki kepentingan berseberangan.

Menurutnya, kemampuan Indonesia untuk merangkul semua pihak justru merupakan sebuah keunggulan diplomasi.

"Bermain di semua kaki? Kalau dilihat dari aspek negatif, itu akan terdengar negatif sekali. Tapi kalau kita lihat dari perspektif bahwa kita bisa diterima oleh siapa pun, anytime, that’s a very good thing, bukan?" tuturnya.

Dia menekankan kunjungan-kunjungan tersebut merupakan bagian dari strategi diplomasi Presiden Prabowo untuk menegaskan kembali prinsip politik luar negeri Indonesia. Hal ini menunjukkan Indonesia tidak memihak pada blok tertentu, melainkan mengedepankan dialog demi perdamaian.

"Kunjungan Presiden tersebut adalah cara-cara diplomasi Presiden sendiri untuk terus menyampaikan bahwa politik luar negeri bebas aktif Indonesia itu kita terus buka ruang dialog dan komunikasi dengan semua pihak, dengan mitra-mitra strategis kita," jelas Yvonne.

Terkait kunjungan Menteri Pertahanan ke markas Kementerian Perang AS di Pentagon, Washington DC, Yvonne menyatakan hal tersebut berjalan beriringan dengan misi penguatan hubungan bilateral di sektor pertahanan.

Indonesia berkomitmen untuk menjaga keseimbangan hubungan dengan berbagai kekuatan besar dunia melalui komunikasi yang transparan dan inklusif.

"Politik luar negeri bebas aktif Indonesia itu kita terus buka ruang dialog dan komunikasi dengan semua pihak," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait KUNJUNGAN KENEGARAAN atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fadrik Aziz Firdausi