tirto.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa rangkaian kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Rusia dan Prancis serta kunjungan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) merupakan upaya nyata Indonesia untuk memperluas ruang komunikasi dengan seluruh mitra strategis.
Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Elizabeth Mewengkang, menjelaskan bahwa langkah tersebut mencerminkan posisi Indonesia yang tetap terbuka di tengah situasi geopolitik dunia yang dinamis.
"Bahwa kita terus membuka ruang komunikasi terhadap semua mitra kita di tengah kondisi geopolitik saat ini," ujar Yvonne dalam sesi doorstop usai konferensi pers di Kantor Kemlu, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Yvonne menepis anggapan negatif yang menyebut Indonesia sedang "bermain di semua kaki" karena menjalin komunikasi intensif dengan negara-negara yang memiliki kepentingan berseberangan.
Menurutnya, kemampuan Indonesia untuk merangkul semua pihak justru merupakan sebuah keunggulan diplomasi.
"Bermain di semua kaki? Kalau dilihat dari aspek negatif, itu akan terdengar negatif sekali. Tapi kalau kita lihat dari perspektif bahwa kita bisa diterima oleh siapa pun, anytime, that’s a very good thing, bukan?" tuturnya.
Dia menekankan kunjungan-kunjungan tersebut merupakan bagian dari strategi diplomasi Presiden Prabowo untuk menegaskan kembali prinsip politik luar negeri Indonesia. Hal ini menunjukkan Indonesia tidak memihak pada blok tertentu, melainkan mengedepankan dialog demi perdamaian.
"Kunjungan Presiden tersebut adalah cara-cara diplomasi Presiden sendiri untuk terus menyampaikan bahwa politik luar negeri bebas aktif Indonesia itu kita terus buka ruang dialog dan komunikasi dengan semua pihak, dengan mitra-mitra strategis kita," jelas Yvonne.
Terkait kunjungan Menteri Pertahanan ke markas Kementerian Perang AS di Pentagon, Washington DC, Yvonne menyatakan hal tersebut berjalan beriringan dengan misi penguatan hubungan bilateral di sektor pertahanan.
Indonesia berkomitmen untuk menjaga keseimbangan hubungan dengan berbagai kekuatan besar dunia melalui komunikasi yang transparan dan inklusif.
"Politik luar negeri bebas aktif Indonesia itu kita terus buka ruang dialog dan komunikasi dengan semua pihak," pungkasnya.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id
































