Kementerian BUMN Buka Peluang Investasi di 79 Proyek Infrastruktur

Oleh: Damianus Andreas - 9 Oktober 2018
Dibaca Normal 1 menit
Proyek tersebut akan ditawarkan dalam pertemuan IMF-World Bank.
tirto.id - Kementerian BUMN membuka peluang kepada investor untuk menanamkan modalnya pada 79 proyek infrastruktur di dalam negeri. Proyek-proyek yang nilai keseluruhannya mencapai 42 miliar dolar AS itu bakal ditawarkan kepada para investor dalam Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 di Nusa Dua, Bali pada 8 hingga 14 Oktober mendatang.

“Dukungan yang berkelanjutan dari Anda terhadap komunitas investasi ini akan menjadi kunci bagi Indonesia untuk mencapai tujuan pembangunan infrastruktur,” kata Menteri BUMN Rini Soemarno dalam acara Indonesia Investment Forum 2018 di Hotel Conrad Nusa Dua, Bali pada Selasa (9/10/2018).

Dari 79 proyek infrastruktur, 21 proyek di antaranya akan memasuki tahap penandatanganan skema pembiayaan pada Kamis (11/10/2018) mendatang. Berdasarkan informasi yang diperoleh Tirto, sebanyak 21 penandatanganan itu akan dilakukan perusahaan pelat merah berikut:

1. PT GMF AeroAsia Tbk dengan AFI KLM
2. PT GMF AeroAsia Tbk dengan China Communications Construction Indonesia
3. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dengan AIIB
4. ITDC dengan MSOE & MoF lewat Indonesia Eximbank
5. ITDC dengan Amorsk dan Menjangan Group
6. ITDC dengan WIKA dan Menjangan Group
7. PT Angkasa Pura II (Persero) – Launching KNO RFI
8. PT Pindad (Persero) dengan Waterbury Farrel (Strategic Partnership Agreement)
9. PT Antam Tbk dengan Ocean Energy Nickel International
10. PT Inalum dengan Alumunium Corporation of China Limited
11. INKA dan KAI dengan Caterpillar Group
12. PT Boma Bisma Indra (Persero) dengan Doosan Infracore
13. PT Jasa Marga meluncurkan perizinan dari OJK terkait DINFRA
14. PT Jasa Marga meluncurkan ekuitas RDPT fase II
15. PT Pertamina (Persero) dengan CPC Corporation
16. PT Pertamina (Persero) dengan Eni S.p.A
17. PT PLN (Persero) melakukan perjanjian pinjaman dengan KfW
18. PT Hutama Karya melakukan perjanjian pinjaman dengan Bank Mega
19. PT Hutama Karya melakukan perjanjian pinjaman dengan Permata Bank, ICBC, MUFG, dan SMI
20. PT Hutama Karya melakukan perjanjian pinjaman dengan Himbara, CIMB, dan SMI
21. PT Sarana Multi Infrastruktur dengan Maybank

“Untuk yang penandatanganan pada tanggal 11 Oktober (2018) itu kira-kira 13,8 miliar dolar AS dari 42 miliar dolar AS,” ungkap Rini.

Masih dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan bahwa dirinya mendukung keterlibatan investor asing dalam proyek pembangunan infrastruktur.

Menurut Perry, ada sejumlah manfaat yang bisa diperoleh dari skema pembiayaan semacam itu. Di antaranya seperti percepatan pembangunan, bisa menekan defisit neraca perdagangan, serta mendorong pendalaman pasar lewat obligasi, saham, maupun reksadana.

“Salah satu studi menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur bisa mendorong kapasitas pertumbuhan ekonomi sampai dengan 6,5 persen. Namun tentu itu harus didukung dengan [upaya] reformasi lain,” kata Perry dalam jumpa pers di Conrad Hotel, Bali pada Selasa (9/10/2018).


Baca juga artikel terkait PERTEMUAN IMF atau tulisan menarik lainnya Damianus Andreas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Damianus Andreas
Penulis: Damianus Andreas
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight