Menuju konten utama

Kemensos Berikan Santunan ke Keluarga Korban Demo Asal Tangerang

Kemensos memberikan santunan dan bantuan kepada keluarga Andika, salah seorang korban unjuk rasa. Saudara Andika juga akan memperoleh beasiswa kuliah.

Kemensos Berikan Santunan ke Keluarga Korban Demo Asal Tangerang
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyerahkan santunan ahli waris dan bantuan sembako kepada Abdul Gofur dan Sofia, orang tua mendiang Andika Lutfi Falah, di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Selasa (17/9/2025). Santunan senilai Rp15 juta dan bantuan sembako diberikan sebagai bentuk kepedulian negara, sekaligus menindaklanjuti harapan keluarga agar kakak almarhum, Andrean, dapat melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa. (FOTO/dok. Kemensos)

tirto.id - Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono, menyerahkan santunan senilai Rp15 juta kepada keluarga almarhum Andika Lutfi Falah (16), korban unjuk rasa asal Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Selasa (17/9/2025). Santunan itu diterima langsung oleh orang tua korban, Abdul Gofur dan Sofia, di rumah mereka.

Kementerian Sosial (Kemensos) juga memberikan bantuan sembako pada keluarga Andika. Bantuan senilai Rp500.000 itu terdiri dari beras 10 Kg, minyak goreng 2 liter, sarden besar 2 kaleng, telur 2 krat, kornet 2 kaleng, gula pasir 1 kg, teh 1 kotak, kopi 1 bungkus, kecap 1 bungkus, dan mie instan 10 bungkus.

Andika adalah anak kedua dari pasangan Abdul Gofur dan Sofia. Selama ini Gofur bekerja sebagai penjual kopi keliling, sementara istrinya menjadi ibu rumah tangga.

Sebelum tutup usia, Andika sempat menjalani perawatan intensif di RS Dr. Mintohardjo usai mengalami luka akibat benda tumpul saat mengikuti unjuk rasa.

Saat menyerahkan santunan dan bantuan Kemensos, Wamensos Agus Jabo menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga Andika. Dia pun menegaskan komitmen negara untuk hadir membantu warga yang mengalami musibah.

"Arahan Presiden jelas, santunan harus diberikan tanpa menunda. Pemerintah tidak boleh menunggu laporan dulu, tetapi harus mengambil inisiatif. Kami turut berduka cita dan mendoakan agar keluarga tetap kuat dan tabah," kata Agus Jabo.

Dia menambahkan, Kemensos bakal menggandeng Dinas Sosial Kabupaten Tangerang guna memberikan pendampingan pada keluarga korban dan memberikan bantuan susulan sesuai kebutuhan.

"Kita tidak bisa menduga kejadian-kejadian yang datang begitu cepat. Karena itu sinergi antar-pemerintah menjadi penting agar keluarga terdampak tidak merasa sendirian," ujar Agus Jabo.

Pada kesempatan yang sama, paman korban, Rofiq, sempat menuturkan kronologi upaya keluarga mencari keberadaan Andika.

Kata dia, Andika tidak pulang ke rumah sejak Kamis, 28 Agustus 2025. Keluarga berupaya mencarinya ke beberapa rumah sakit rujukan korban aksi unjuk rasa, tetapi hasilnya nihil.

Titik terang baru muncul setelah seorang pedagang asongan memberikan informasi bahwa Andika dirawat di ICU RS Mintohardjo dalam kondisi kritis, sebelum akhirnya meninggal.

Sementara itu, Camat Tigaraksa, Cucu Abdurrosyied, pun mengucapkan terima kasih atas perhatian Kemensos. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Sosial yang hadir langsung mendampingi warga kami yang tengah berduka. Bupati juga akan mencarikan lokasi berjualan kopi bagi ayah almarhum untuk menunjang keberlangsungan hidup keluarga," kata Abdurrosyied.

Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, menambahkan bahwa pihaknya bakal menyiapkan lokasi permanen untuk Abdul Gofur agar bisa berdagang dengan lebih layak.

Saat bertemu Wamensos, ibu korban, Sofia, berharap kakak almarhum, Andrean, dapat melanjutkan kuliah dengan bantuan beasiswa. "Andrean satu-satunya harapan kami. Kami ingin ia bisa meneruskan kuliah agar masa depannya lebih baik," kata Sofia.

Merespons permintaan tersebut, Agus Jabo kemudian berkoordinasi dengan lurah, camat, dan Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) agar Andrean dapat memperoleh beasiswa pendidikan. Untirta menjadi pilihan karena orang tuanya ingin Andrean tetap berada di dekat mereka sepeninggal Andika.

Pemerintah Kecamatan Tigaraksa juga membuka peluang bagi keluarga Andika mengakses program "Satu Desa Satu Sarjana" yang didukung Baznas dan dana desa. Melalui program ini, Andrean diharapkan dapat melanjutkan pendidikan tinggi dengan lebih terjamin.

Melalui pemberian santunan dan dukungan ini, Kemensos berharap keluarga korban lebih tabah menghadapi duka serta mampu kembali bangkit melanjutkan hidup.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis