Kemensos Beri Santunan Rp15 Juta bagi Korban Tragedi Kanjuruhan

Reporter: Riyan Setiawan, tirto.id - 3 Okt 2022 13:17 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Kemensos menyalurkan santunan sebesar Rp15 juta rupiah untuk setiap korban yang meninggal akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
tirto.id - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menyalurkan santunan sebesar Rp15 juta rupiah untuk setiap korban yang meninggal akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Kementerian Sosial (Kemensos) juga menyalurkan paket sembako berupa beras 5 kg, minyak 2 liter, kecap, saus sambal, susu kental manis, biskuit, sarden, kopi dan teh.

Santunan tersebut Risma salurkan kepada para ahli waris korban. Berdasarkan catatan kepolisian, jumlah korban yang meninggal atas tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan Malang sebanyak 125 jiwa.

"Standar nya adalah Rp15 juta per korban. Kalau satu keluarga ada dua, kami memberikan dua, kalau ada tiga, kita berikan tiga. Standarnya gitu," kata Risma saat memberikan santunan kepada korban di kawasan Singosari Kabupaten Malang, Senin (3/9/2022).

Mantan Wali Kota Surabaya itu menuturkan akan memberikan penanganan khusus bagi korban yang notabenenya merupakan seorang ayah dan memiliki anak istri yang ditinggalkan.

"Kami data, kami kumpulkan. Ini kami data terus karena untuk keberlanjutan kehidupannya. Terutama buat bapak yang selama ini memberikan nafkah ke anak-anaknya," ucapnya.

Selain itu, Kemensos melalui Pelopor Perdamaian (Pordam) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) juga pada saat waktu kejadian, Sabtu (1/10/2022), turut membantu evakuasi korban

Unit Pelaksana Teknis (UPT) milik Kemensos juga membuka layanan dukungan psikososial bagi korban luka berat maupun ringan. Kemensos juga memberikan dukungan bagi keluarga baik yang ada di rumah sakit maupun yang ada di rumah duka.

"Turut belasungkawa dan kemudian kita sampaikan kita harus terima takdir dari Allah," ujarnya.

Polisi melaporkan sebanyak 125 korban yang meninggal saat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang. Kejadian itu berawal ketika Aremania, suporter Arema FC, tidak terima tim kesayangannya kalah oleh Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3.

Ratusan Aremania turun ke lapangan Stadion Kanjuruhan. Hal itu direspons polisi dengan menembakan gas air mata secara membabi-buta, bahkan sampai ke arah tribun. Banyak korban yang tewas akibat sesak napas hingga terinjak karena desak-desakan mencari jalan keluar.


Baca juga artikel terkait TRAGEDI KANJURUHAN atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Gilang Ramadhan

DarkLight