Menuju konten utama

Kemenkeu Juga Melelang Agunan Milik Debitur Bermasalah di Pekan Ini

Sejumlah bank BUMN dan swasta ikut terlibat dalam kegiatan lelang yang digelar oleh Ditjen Kekayaan Negara Kemenkeu pada pekan ini.

Kemenkeu Juga Melelang Agunan Milik Debitur Bermasalah di Pekan Ini
(Ilustrasi) Proses lelang 22 barang berupa mobil, motor, dan barang hasil sitaan KPK lainnya digelar di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (22/09/2017). tirto.id/Andrey Gromico.

tirto.id - Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bakal menyelenggarakan lelang di sepanjang pekan ini. Kegiatan, yang berlangsung selama sepekan mulai 27 Februari 2018, itu untuk memperingati 110 Tahun Lelang Indonesia.

Selain berbagai koleksi dan barang kenangan milik Wakil Presiden Jusuf Kalla dan beberapa pejabat, agunan milik para debitur yang gagal membayar utang di sejumlah perbankan juga akan dilelang oleh Kemenkeu.

“Proses lelang dapat digunakan untuk mencairkan kredit macet maupun perkara-perkara di pengadilan. Lalu untuk barang-barang yang disita, (proses hukumnya) tidak akan tuntas kalau tidak dilelang,” kata Direktur Lelang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Lukman Effendi di kantornya, Jakarta, pada Senin (26/2/2018).

Lukman menjelaskan, dengan melelang barang-barang agunan kredit macet, perbankan dapat memperbaiki rasio kreditnya yang bermasalah (Nonperforming Loan/NPL). Kemenkeu mencatat NPL perbankan pada 2017 mengalami penurunan hingga Rp4,5 triliun karena ada lelang agunan milik debitur bermasalah.

“Efeknya perbankan bisa memperoleh dana-dana yang bisa untuk memperbaiki (NPL) kembali. Kami juga berharap bahwa barang-barang yang dilelang tersebut bisa bergerak kembali. Jadi bukan semata lelangnya saja, namun efek dari lelang tersebut,” kata Lukman.

Menurut Lukman, barang-barang agunan, yang akan dilelang, itu terdiri dari tanah, rumah, hingga aset besar berupa pabrik dan hotel. Mayoritas barang-barang agunan tersebut milik bank-bank BUMN.

“Kebanyakan memang bank BUMN (Badan Usaha Milik Negara), seperti Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN. Tapi bank syariah juga banyak, swasta ada juga, contohnya CIMB Niaga,” kata Lukman.

Lukman memperkirakan nilai sejumlah agunan, yang berupa aset besar, mencapai Rp450 miliar. Akan tetapi, ada juga tanah maupun rumah-rumah di sejumlah daerah dengan nilai puluhan juta rupiah.

Lukman berharap hasil lelang pada tahun ini bisa lebih baik dari realisasi tahun lalu. Pada 2017, hasil bersih dari lelang yang dilakukan Kemenkeu ialah Rp16,5 triliun.

“Bu Menteri (Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati) ingin menaikkan lelang bersih. PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) dari lelang tahun lalu Rp385 miliar,” kata Lukman.

Baca juga artikel terkait LELANG atau tulisan lainnya dari Damianus Andreas

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Damianus Andreas
Penulis: Damianus Andreas
Editor: Addi M Idhom