Menuju konten utama
Kasus Ginjal Akut Misterius

Kemenkes Bentuk Tim Selidiki Kasus Ginjal Akut Misterius Anak

Hasil pemeriksaan lab BKPK (Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan) tidak ditemukan bakteri atau virus yang spesifik pada kasus ginjal akut misterius.

Kemenkes Bentuk Tim Selidiki Kasus Ginjal Akut Misterius Anak
Ilustrasi Transplantasi ginjal. FOTO/Istockphoto

tirto.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia mengumumkan telah membentuk tim untuk penyelidikan dan penanganan kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal atau gangguan akut ginjal misterius pada anak.

“Kementerian Kesehatan telah membentuk tim terdiri dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) untuk penyelidikan dan penanganan kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal,” kata Juru Bicara atau Jubir Kemenkes Mohammad Syahril melalui keterangan tertulisnya yang diperoleh Tirto pada Rabu (12/10/2022) sore.

Dia menuturkan, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes pun telah menerbitkan Keputusan Direktur Jenderal (Dirjen) Pelayanan Kesehatan (Yankes) Nomor HK.02.02/I/3305/2022 tentang Tata Laksana dan Manajemen Klinis Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) pada Anak di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Syahril menyebut bahwa ada tambahan kasus gangguan ginjal akut misterius di bulan Oktober 2022 sebanyak tiga anak, sehingga totalnya ada 40 anak di bulan ini.

“Hasil pemeriksaan lab BKPK (Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan) tidak ditemukan bakteri atau virus yang spesifik,” ujar Syahril.

Kemudian dia menjelaskan bahwa hasil diskusi dengan tim dari Gambia yang mempunyai kasus serupa, dugaannya mengarah kepada konsumsi obat yang mengandung etilen glikol. Namun, hal ini perlu penelitian lebih lanjut karena tidak terdeteksi dalam darah.

“Dugaan mengarah ke intoksikasi. Kemenkes saat ini sedang koordinasi dengan expert (ahli) dari WHO (World Health Organization/Organisasi Kesehatan Dunia) yang mengadakan investigasi kasus di Gambia untuk mengetahui hasil investigasinya,” tutup Syahril.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melaporkan per Senin, 10 Oktober 2022, terdapat 131 kasus gangguan ginjal akut misterius (acute kidney injury/AKI) pada anak di Indonesia sepanjang 2022.

Pada bulan Agustus 2022 IDAI mendapatkan 35 kasus, lalu naik menjadi 71 kasus pada September 2022.

Baca juga artikel terkait KASUS GINJAL AKUT MISTERIUS atau tulisan lainnya dari Farid Nurhakim

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Farid Nurhakim
Penulis: Farid Nurhakim
Editor: Restu Diantina Putri