Kemenhub: Pemudik Yang Lewat Jalur Udara Menurun 27,37%

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 14 Juni 2019
Penurunan jumlah penumpang tercatat pada puncak arus mudik tanggal 1 Juni 2019 atau H-4 dan puncak arus balik terjadi pada tanggal 9 Juni 2019 atau H+3.
tirto.id - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan ada penurunan jumlah penumpang pesawat di masa angkutan Mudik Lebaran 2019.

Penurunan tersebut tercatat pada puncak arus mudik angkutan udara terjadi pada tanggal 1 Juni 2019 atau H-4 dan puncak arus balik terjadi pada tanggal 9 Juni 2019 atau H+3.

Budi Karya menjelaskan terjadi penurunan penumpang lebih dari 25 persen. "Penumpang udara itu [turun] -27,37 persen [dari tahun lalu]," jelas dia di Kantor Kementerian Perhubungan, Jalan Merdeka Barat, Jumat (14/6/2019).

Padahal menurutnya setelah pemberlakuan PM 106/2019 harga tiket pesawat periode Lebaran 2019 ini mengalami penurunan dibandingkan harga tiket tertinggi pada Lebaran 2018, kecuali rute Jakarta-Makasar.

Dengan pemberlakuan PM 106/2019 Tarif Batas Atas (TBA) kata dia terjadi penurunan harga tiket pesawat sebesar 14-16 persen selama Lebaran 2019.

"Tiket [pesawat] sebelum pemberlakuan PM 106/2019, harga tiket terendah yang dijual pada masa Lebaran 2019 meningkat antara 16,0 persen hingga 79,5 persen dengan kenaikan rata-rata sebesar 34,2 persen hingga 60,7 persen jika dibandingkan dengan harga tiket terendah pada masa Lebaran 2018," katanya.

Ia menjelaskan, peningkatan harga tiket terendah menjadi hal utama dalam perbandingan harga tiket penerbangan. Karena harga tiket terendah merupakan indikator keterjangkauan segmen pasar tertentu dalam mendapatkan pelayanan jasa angkutan udara.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana Pramesti mengatakan ada dampak psikologis dari ketakutan masyarakat akan naik pesawat terbang. Alasannya karena harga tiket pesawat yang saat ini mahal.

"Ada dampak psikologis dari harga tiket yang mahal," kata dia.


Baca juga artikel terkait MUDIK 2019 atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Irwan Syambudi