Menuju konten utama
Literasi Keuangan Perempuan

Kaya dengan Cerdas: Optimalkan Sumber Keuangan Pribadimu

Menjalani gaya hidup sehat termasuk salah satu cara untuk mengoptimalkan sumber keuangan. Kenapa begitu? Cek penjelasan Rista Zwestika, CFP, WMI berikut!

Kaya dengan Cerdas: Optimalkan Sumber Keuangan Pribadimu
Header Diajeng Meningkatkan Sumber Kekayaan. tirto.id/Quita

tirto.id - Lebaran baru saja usai. Apa kabar saldo tabungan?

Apabila nominalnya masih di ambang batas aman, selamat! Kamu patut berbangga atas keberhasilanmu mengelola THR agar tidak ludes!

Setelah menyadari betapa besarnya pengeluaran selama hari raya, kita mungkin semakin disadarkan pula tentang betapa pentingnya belajar mengoptimalkan sumber-sumber keuangan pribadi.

Terkait ini, Rista Zwestika, CFP, WMI, Financial Planner Expert, Head of Advisory & Investment Operation PINA punya 10 tahapan atau cara yang dapat membantu kita mengatur sumber keuangan agar kian optimal.

Pertama-tama, Rista menuturkan, kita wajib memahami kondisi keuangan saat ini, “Coba identifikasikan kondisi keuangan dengan melakukan pengecekan terhadap seluruh aset, kewajiban, pendapatan, hingga pengeluaran.”

“Dengan melakukan audit lengkap mengenai kondisi keuangan saat ini, maka kamu dapat mengetahui seperti apa kondisi keuanganmu dan seberapa besar kemampuan menabungmu setiap bulan.”

Lakukan pencatatan keuangan untuk mengetahui pemasukan dan pengeluaran secara detail. Mengevaluasi kebiasaan belanja dan mengidentifikasi area yang bisa dihemat juga penting dilakukan. Lalu, buatlah anggaran keuangan yang realistis dan sesuai dengan kebutuhan.

Langkah kedua, Rista sarankan, tingkatkan penghasilanmu. Jangan hanya berpuas diri dengan penghasilan dari pekerjaan yang ada.

Apabila kamu bisa menghasilkan uang selain dari pekerjaan utamamu, why not? Carilah peluang untuk meningkatkan penghasilan, misalnya dengan mencari pekerjaan sampingan, memulai usaha, atau meningkatkan keterampilan.

Ada banyak jenis pekerjaan sampingan yang bisa kamu lakukan, seperti jualan online, menawarkan jasa, sampai menciptakan karya seni.

Kalau kamu hobi masak, kamu bisa berjualan makanan, minuman, atau memulai bisnis katering. Kamu yang gemar menulis juga bisa menjadi penulis lepas atau menjual artikel di media online.

Dengan mengubah hobi menjadi uang, kamu tidak sekadar menjalankan gaya hidup yang diinginkan, melainkan juga mengejar passion dan hobi yang dimiliki.

Masih bingung mencari jenis pekerjaan sampingan yang sesuai dengan passion dan skill-mu? Tenang, rajin-rajinlah update perkembangan terbaru di internet.

Situs Upwork misalnya, membeberkan 30 daftar pekerjaan sampingan yang bisa dilakukan dari rumah oleh mahasiswa maupun ibu rumah tangga, dari mengajar daring, menjadi asisten virtual, sampai bikin podcast! Adakah yang menurutmu menarik buat dicoba?

Selain itu, ada baiknya juga kamu investasi diri dalam pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan nilai diri di pasar kerja. Skill bertambah, otomatis nilai diri di pasar kerja juga terdongkrak.

Langkah ketiga, atur pengeluaran. Caranya, prioritaskan kebutuhan daripada keinginan! Jangan kalap dan gelap mata ingin membeli sesuatu yang sebenarnya tidak kamu perlukan.

Hindari juga utang konsumtif dan lunasi utang yang ada secepat mungkin, ya!

Selain itu, terapkan gaya hidup hemat! Kamu bisa lebih sering memasak di rumah—daripada online delivery. Gunakan transportasi umum, atau carilah alternatif hiburan yang lebih murah.

Cara hidup hemat tidak sama dengan hidup sederhana, apalagi hidup berkekurangan. Hidup hemat berarti kamu mengatur pengeluaran agar dapat memenuhi kebutuhan dengan harga lebih murah, namun tetap mempertahankan kualitas hidup yang baik.

Selanjutnya, cara keempat, menabung dan berinvestasi. Jumlah uang yang ditabung memang dapat disesuaikan dengan kemampuan. Sebisa mungkin, sisihkan minimal 10 persen dari penghasilan untuk ditabung.

Pelajari dan pilihlah instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan finansial.

Berdasarkan bentuk instrumennya, di Indonesia ada beragam investasi yang bisa kamu coba. Misalnya, saham, emas dan logam mulia, obligasi, deposito, atau properti. Mulailah berinvestasi dengan nominal kecil dan tingkatkan secara bertahap.

Kemudian, saran kelima dari Rista, mulailah mencari cara untuk membangun passive income.

Passive income atau penghasilan pasif adalah penghasilan yang didapat tanpa bekerja terlalu keras. Contohnya, investasi properti, deposito, atau membangun bisnis online. Passive income dapat membantumu mencapai tujuan keuangan lebih cepat.

Nah, barulah pada tahap keenam, kamu dapat mengoptimalkan sumber keuangan pribadi dengan cara melindungi diri melalui asuransi.

Asuransi membantu menjaga stabilitas keuangan saat terjadi peristiwa yang tidak terduga. Miliki asuransi kesehatan, jiwa, dan kendaraan untuk melindungi diri dan keluarga dari risiko finansial.

Pada tahap ketujuh, tingkatkan literasi keuangan, kemampuan untuk membuat keputusan tentang penggunaan dan pengelolaan keuangan.

Memperkaya literasi keuangan sangat penting untuk memperkuat kemampuanmu dalam mengelola risiko yang meningkat—termasuk menghindari utang pribadi yang berlebihan, mengelola kesulitan keuangan, mengurangi risiko kebangkrutan, mempertahankan tabungan, dan memastikan kesejahteraan yang memadai pada masa pensiun.

Terus belajar dan ikuti perkembangan dunia keuangan. Pelajari strategi investasi dan pengelolaan keuangan yang tepat. Aktiflah untuk berburu informasi dan edukasi keuangan dari sumber tepercaya.

Kemudian, cara kedelapan, carilah dukungan selama kamu berusaha mengoptimalkan sumber keuangan pribadimu. Dukungan ini penting! Bayangkan jika circle terdekatmu tidak ikut mendukung upayamu.

Contoh simpel, impianmu untuk menabung kandas karena terbujuk rayu teman satu geng yang kompak janjian membeli gadget terbaru. Atau, kamu mengurungkan niat memulai bisnis hanya karena keluargamu merasa ragu dengan business plan-mu yang dinilai terlalu halu.

Salah satu cara terbaik untuk memperkuat literasi keuangan dan kepercayaan dirimu adalah dengan bergabung dalam komunitas keuangan untuk belajar dan berbagi pengalaman. Kamu juga dapat mencari mentor atau konsultan keuangan untuk mendapatkan saran yang tepat.

Cara selanjutnya, langkah kesembilan, lakukan peninjauan dan evaluasi keuangan secara berkala—minimal setahun sekali. Kemudian, sesuaikan anggaran dan strategi keuangan dengan perubahan kondisi dan tujuan finansial.

Nah, saran terakhir dari Rista, jangan lupa jalani gaya hidup sehat!

Apa hubungannya faktor gaya hidup sehat dan sumber keuangan pribadi?

Rista membeberkan alasannya, “Menjaga kesehatan fisik dan mental dengan menjalani gaya hidup sehat dapat membantu meningkatkan produktivitas dan penghasilan. Sebaiknya hindari gaya hidup atau kebiasaan yang dapat membahayakan kesehatan dan menimbulkan biaya pengobatan yang tinggi.”

Dengan menerapkan sederet tip di atas, kamu bukan sekadar menerapkan langkah-langkah mengelola keuangan dengan bijak, namun juga perlahan memupuk kekayaanmu. Dengan berinvestasi secara cerdas, kamu akan mencapai stabilitas keuangan dan tujuan hidup yang diharapkan.

Penting diingat, mengoptimalkan sumber keuangan pribadi memang membutuhkan disiplin, komitmen, dan edukasi.

Meski begitu, tak ada yang mustahil! Sepanjang ada niat dan usaha, semua orang dapat mengoptimalkan sumber keuangannya. Perlahan tapi pasti, kemandirian finansial dan financial freedom dapat kamu wujudkan.

Let’s do it!

Baca juga artikel terkait DIAJENG atau tulisan lainnya dari Glenny Levina

tirto.id - Diajeng
Kontributor: Glenny Levina
Penulis: Glenny Levina
Editor: Sekar Kinasih