Menuju konten utama

Kawah Sileri Dieng Meletus, BNPB Nyatakan Aman

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, tidak ada korban dalam letusan Kawah Sileri tersebut.

Kawah Sileri Dieng Meletus, BNPB Nyatakan Aman
Dua orang petugas mengamati kondisi Kawah Sileri usai letupan, di Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jateng, Minggu (2/7). ANTARA FOTO/str/iza

tirto.id - Kawah Sileri di Gunungapi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, terpantau mengeluarkan letusan disertai semburan lumpur pada Minggu (1/4/2018) siang pukul 13.42 WIB. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan situasi dan kondisi masih aman setelah letusan Kawah Sileri tersebut.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangannya yang diterima Tirto.id, letusan di Kawah Sileri disertai dengan semburan lumpur setinggi 150 meter yang tersebar sejauh 100 meter ke arah timur, 50 meter ke arah utara, 200 meter ke arah selatan, 100 meter ke arah barat laut, dan 50 meter ke barat.

“Tidak terdeteksi adanya gas beracun dari letusan tersebut. Gas beracun berupa CO2, H2S dan SO2 tidak terdeteksi,” tegas Sutopo.

Sebelum terjadi letusan tersebut, asap hitam setinggi 90 meter keluar dari Kawah Sileri, kemudian meletus dan diikuti asap putih tebal dengan tekanan kuat setinggi 150 meter. Saat kejadian sedang turun hujan sehingga wisatawan tidak banyak yang berkunjung. BNPB menyatakan tidak ada korban jiwa dari letusan freaktik tersebut.

Yang dimaksud letusan freaktik adalah jenis letusan gunungapi yang disebabkan adanya tekanan uap air di bagian bawah kawah kemudian mendorong material lumpur, asap dan air yang ada di bagian atasnya.

“Letusan freaktik sulit untuk dideteksi. Dapat terjadi kapan saja, terutama saat musim penghujan dimana adanya massa air yang berada di kawah kemudian terjadi kontak dengan panas di dalam kawah yang selanjutnya terjadi tekanan uap air,” tulis Sutopo.

Hingga Minggu malam pukul 19.00 WIB, berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan oleh beberapa instansi dan petugas terkait, juga relawan serta pengelola obyek wisata Dieng, Kawah Sileri tidak adanya letusan susulan.

“Aktivitas masyarakat berjalan normal. Tidak ada kepanikan dan pengungsian. Obyek wisata di Komplek Gunungapi Dieng tetap dibuka dan beroperasi normal. Masyarakat dan wisatawan tidak diperbolehkan mendekati Kawah Sileri pada jarak 100 meter dari bibir kawah,” pesan BNPB seperti yang disampaikan Sutopo.

Baca juga artikel terkait BNPB atau tulisan lainnya dari Iswara N Raditya

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Iswara N Raditya
Penulis: Iswara N Raditya
Editor: Iswara N Raditya