Menuju konten utama

Kata Mendikbud Soal Siswa Bunuh Diri yang Diduga Sebab Sistem PPDB

Belajar dari kasus di Blitar, Mendikbud Muhadjir meminta pihak sekolah dan para orang tua membimbing para anak usia SD dan SMP saat hendak memilih sekolah lanjutan.

Kata Mendikbud Soal Siswa Bunuh Diri yang Diduga Sebab Sistem PPDB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy berdialog dengan siswa saat meresmikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Kamis (1/3/2018). ANTARA FOTO/Agus Setiawan.

tirto.id - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy berkomentar soal kabar seorang siswa SMP yang mengakhiri hidupnya di kamar kos. Siswa berinisial EPA itu diduga mengakhiri hidupnya sebab khawatir tidak diterima di salah satu SMA favorit di Blitar, Jawa Timur.

Muhadjir menduga tindakan siswa tersebut disebabkan oleh kurangnya informasi mengenai sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), terutama terkait dengan sistem zonasi.

"Jadi yang bersangkutan (siswa tersebut) merasa tidak bisa masuk ke sekolah yang dicita-citakan. Hal ini diduga karena kurangnya informasi yang diperoleh yang bersangkutan baik dari pihak sekolah maupun orang tua," ujar Muhadjir di Jakarta, pada Rabu (30/5/2018) seperti dikutip Antara.

Muhadjir menjelaskan berdasar Permendikbud nomor 14 tahun 2018 tentang PPDB, calon siswa asal luar zonasi sekolah masih memiliki kesempatan diterima di lembaga pendidikan tujuannya. Karena itu, menurut Muhadjir, insiden di Blitar itu tidak seharusnya terjadi.

Selain itu, Muhadjir juga menduga siswa di Blitar itu mengalami sejumlah masalah karena selama ini tidak tinggal dengan orang tuanya.

"Bayangkan, anak SMP tidak tinggal dengan orang tuanya, pasti ada kekosongan," kata Muhadjir.

Dia mengaku menerima informasi siswa lulusan SMP di Blitar itu sebenarnya memiliki prestasi akademik yang bagus. Bahkan, siswa itu pernah ikut olimpiade sains.

Untuk itu, menurut Muhadjir, kasus ini membuktikan pentingnya pihak sekolah dan orang tua memberikan bimbingan bagi anak usia SD dan SMP saat hendak memilih sekolah untuk melanjutkan pendidikan.

"Jangan biarkan anak berjalan tanpa bimbingan orang tua dan keluarga. Dalam sistem zonasi, perlu adanya bimbingan orang tua dan juga sekolah ke mana anak itu sekolah. Jangan dibiarkan anak tersebut memutuskan sendiri," kata dia.

------------------------

Jika Anda merasakan tendensi untuk melakukan bunuh diri, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, amat disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog atau psikiater maupun klinik kesehatan jiwa. Salah satu yang bisa dihubungi adalah Into the Light yang dapat memberikan rujukan ke profesional terdekat (bukan psikoterapi/ layanan psikofarmaka) di intothelight.email@gmail.com.

Baca juga artikel terkait PPDB

tirto.id - Pendidikan
Sumber: antara
Penulis: Addi M Idhom
Editor: Addi M Idhom