Kasetpres Temui Demonstran Penolak Kenaikan BBM di Patung Kuda

Reporter: Irfan Amin, tirto.id - 12 Sep 2022 15:11 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Usai menerima audiensi, Kasetpres Heru langsung menemui massa KSPSI di depan Patung Kuda Arjuna Wiwaha.
tirto.id - Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono menerima sejumlah massa dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/9/2022).

Massa buruh itu membawa sejumlah tuntutan, di antaranya menolak kenaikan harga BBM hingga menolak Undang-Undang Cipta Kerja.

Usai pertemuan, Kasetpres menemui massa KSPSI yang tengah berdemo di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha.

"Saya barusan menerima Pak Sekjen (KSPSI) beserta 5 anggota dan ada 5 poin yang disampaikan," kata Heru di di lokasi.

Heru berjanji akan menindaklanjuti tuntutan KSPSI pada demo kali ini, seperti pembahasan PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, UU Ciptaker, dan lain sebagainya.

"Tadi kami sudah mendengarkan poin-poin itu dan saya sebagai jajaran staf presiden akan kami tindak lanjuti, dan Insyaallah besok akan kami undang untuk membahas dari instansi terkait," jelasnya.

Selain KSPSI, di kawasan Patung Kuda juga terdapat aksi demonstrasi dari PA 212, FPI dan GNPF Ulama terkait penolakan harga BBM. Heru pun tidak masalah dengan aksi tersebut.

"Aksi mereka dalam memberikan aspirasi ini kalau tertib, saya kira hal ini adalah wajar," pungkasnya.

Polda Metro Jaya mengerahkan 6.142 personel guna pengamanan aksi tolak kenaikan harga BBM yang berlangsung di wilayah hukumnya. Sejumlah elemen yang akan berdemonstrasi ialah PA 212, FPI, GNPF Ulama di sekitar Istana Negara.

"Kekuatan personel sebanyak 6.142 orang," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan saat dikonfirmasi.

Ribuan personel itu dikerahkan ke tiga titik demonstrasi, di antaranya di kawasan Patung Kuda, Gedung DPR/MPR, dan Balai Kota DKI Jakarta.


Baca juga artikel terkait DEMO TOLAK KENAIKAN BBM atau tulisan menarik lainnya Irfan Amin
(tirto.id - Politik)

Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fahreza Rizky

DarkLight