Unjuk Rasa Tolak Kenaikan Harga BBM

Tampak atas suasana pengunjuk rasa menyalakan suar api. ANTARA FOTO/ Rivan Awal Lingga
Pengunjuk rasa mengibarkan bendera di atas kawat duri yang sudah terinjak-injak pada batas separator. - ANTARA FOTO/ M Risyal Hidayat
Pengunjuk rasa berorasi sambil menyalakan suar api. - ANTARA FOTO/ Galih Pradipta
Pengunjuk rasa membentangkan poster menolak kebijakan pemerintah. - ANTARA FOTO/ M Risyal Hidayat
Pengunjuk rasa membakar pembatas jalan. - ANTARA FOTO/ M Risyal Hidayat
Hingga Selasa (13/9/2022) malam, pengunjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat menyalakan suar api dan membakar spanduk sebagai bentuk protes atas kebijakan pemerintah menaikan tarif BBM bersubsidi.
Selasa, 13 September 2022 22:45 WIB
Asap hitam membumbung tinggi, mengepul di antara pembatas barikade barisan polisi dengan para pengunjuk rasa. Massa gabungan mahasiswa dengan elemen masyarakat berkeras menolak kebijakan pemerintah menaikkan tarif bahan bakar minyak bersubsidi.

Saat ini harga Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter. Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter, dan Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter. Para pengunjuk rasa menilai kebijakan tersebut semakin menyengsarakan rakyat.

Ban bekas, spanduk aksi dan pembatas jalan dibakar pengunjuk rasa sebagai bentuk protes massa yang berdemonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (13/9/2022).
DarkLight