Menuju konten utama

Kapan Hari Perempuan Sedunia 2026, Tema, & Kenapa Warna Ungu?

Kapan Hari Perempuan Sedunia 2026, apa tema tahun ini, dan kenapa warna ungu identik dengan peringatan International Women's Day?

Kapan Hari Perempuan Sedunia 2026, Tema, & Kenapa Warna Ungu?
International Women's Day. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Kapan Hari Perempuan Sedunia 2026? Peringatan hari tersebut adalah momentum untuk merayakan pencapaian perempuan sekaligus mendorong kesetaraan gender di seluruh dunia. Lantas, apa tema Hari Perempuan tahun ini, dan mengapa warna ungu identik dengan perayaan tersebut?

Hari Perempuan Sedunia diperingati setiap tahun pada 8 Maret di seluruh dunia. Pada tahun 2026, peringatan ini jatuh pada Minggu, 8 Maret 2026. Momentum tersebut penting sebagai perayaan pencapaian sosial, ekonomi, budaya, dan politik perempuan. Selain itu, Hari Perempuan Sedunia juga digunakan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya kesetaraan gender dan hak-hak perempuan.

Sejak diakui secara resmi oleh United Nations pada 1975, peringatan Hari Perempuan Sedunia berkembang menjadi gerakan internasional yang diikuti oleh berbagai negara. Peringatan Hari tersebut juga jadi kesempatan bagi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, organisasi masyarakat, hingga perusahaan, untuk menyoroti kebijakan dan program yang mendukung pemberdayaan perempuan.

Tema Hari Perempuan Sedunia 2026

Setiap tahun, Hari Perempuan Sedunia memiliki tema yang menjadi fokus kampanye global mengenai isu perempuan. Pada 2026, pesan yang diangkat oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa menekankan pentingnya hak, tindakan nyata, dan keadilan bagi semua perempuan dan anak perempuan.

"Ketika kita tidak setara di hadapan hukum, maka kita belum benar-benar setara. Sudah saatnya menjadikan keadilan sebagai kenyataan bagi perempuan dan anak perempuan, di mana pun mereka berada," pesan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres terkait peringatan Hari Perempuan Sedunia 2026.

international womens day

International Women's Day. FOTO/iStockphoto

Dalam pesannya, Guterres menyoroti bahwa hingga saat ini perempuan di dunia hanya memiliki sekitar 64 persen dari hak hukum yang dimiliki laki-laki. Ketimpangan hukum tersebut dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan perempuan, mulai dari kepemilikan properti, kesempatan kerja, hingga akses terhadap pendidikan.

Selain itu, di sejumlah negara masih terdapat berbagai bentuk diskriminasi hukum yang membatasi kebebasan perempuan. Misalnya, perempuan mungkin tidak memiliki hak yang sama untuk bekerja, memperoleh pendidikan, atau mendapatkan perlindungan hukum yang memadai.

Karena itu, pesan utama peringatan Hari Perempuan Sedunia 2026 adalah perlunya tindakan nyata untuk menghapus diskriminasi hukum. Tindakan nyata juga penting untuk memastikan perempuan punya kesempatan yang setara dalam berbagai bidang kehidupan.

Di sisi lain, kampanye global Hari Perempuan Sedunia juga mengangkat slogan “Give to Gain”, yang menekankan pentingnya memberikan dukungan, sumber daya, dan kesempatan kepada perempuan agar seluruh masyarakat dapat memperoleh manfaat dari kemajuan tersebut.

Mengapa Warna Ungu Menjadi Simbol Hari Perempuan Sedunia?

Salah satu simbol yang paling identik dengan peringatan Hari Perempuan Sedunia adalah warna ungu. Warna ini sering digunakan dalam kampanye, poster, atau pakaian yang dikenakan saat peringatan berlangsung.

Secara historis, warna ungu melambangkan keadilan, martabat, dan kesetaraan. Nilai-nilai tersebut menjadi inti perjuangan gerakan perempuan di seluruh dunia.

Penggunaan warna ini berasal dari gerakan perjuangan hak pilih perempuan pada awal abad ke-20 di Inggris, yang dipelopori oleh organisasi Women's Social and Political Union.

Organisasi tersebut menggunakan 3 warna utama sebagai simbol perjuangan mereka. Yang pertama, ungu yang melambangkan keadilan dan martabat. Kedua, hijau yang melambangkan harapan. Berikutnya, putih yang melambangkan kemurnian

Seiring waktu, warna ungu kemudian menjadi simbol paling kuat yang identik dengan gerakan perempuan dan terus digunakan dalam berbagai kampanye kesetaraan gender hingga saat ini.

Karena makna simboliknya yang kuat, warna ungu akhirnya menjadi warna yang paling sering digunakan dalam peringatan Hari Perempuan Sedunia di berbagai negara.

Hari Perempuan Sedunia memiliki arti penting karena menjadi pengingat bahwa perjuangan menuju kesetaraan gender masih terus berlangsung.

Di banyak negara, perempuan masih mengalami kesenjangan dalam hal upah, akses pendidikan, serta representasi dalam kepemimpinan politik dan ekonomi. Bahkan di beberapa wilayah, perempuan juga masih menghadapi berbagai bentuk kekerasan berbasis gender.

Melalui kampanye global serta aksi sosial yang dilakukan setiap tahun, Hari Perempuan Sedunia diharapkan dapat mendorong terciptanya dunia yang lebih adil, setara, dan inklusif bagi semua perempuan dan anak perempuan.

Baca juga artikel terkait HARI PENTING atau tulisan lainnya dari Fitra Firdaus

Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Iswara N Raditya