tirto.id - Kapal Aceh Hebat 2 dilaporkan mengalami ledakan ketika sedang berlabuh di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh pada Jumat (12/5/2026). Sebanyak 14 orang terluka akibat ledakan dan harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Ledakan tersebut dilaporkan terjadi pada Jumat siang. Sekitar pukul 12.00 WIB, terdengar suara ledakan yang berasal dari dalam kapal penyeberangan itu.
Akibat ledakan tersebut, sejumlah area kapal juga disebut mengalami kebakaran. Menyebarnya api kemudian menyebabkan sebanyak 14 orang mengalami luka bakar.
Para korban luka akibat insiden ini kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Tidak ada laporan korban tewas ketika artikel ini ditulis.
Dari total 14 korban luka akibat ledakan, mayoritas adalah taruna politeknik pelayaran (poltekpel). Siswa poltekpel itu berada di kapal untuk menjalani pendidikan praktik di atas kapal.
Akses menuju kapal yang meledak itu kini dijaga ketat. Sebelumnya, tim SAR telah dikerahkan untuk mengevakuasi korban, sementara tim Inafis Polresta Banda Aceh juga diturunkan untuk menyelidiki penyebab ledakan.
Hingga kini, penyebab ledakan belum teridentifikasi termasuk kronologinya. Namun, ledakan itu diduga berasal dari kamar mesin kapal Aceh Hebat 2.
Apa Itu Kapal Aceh Hebat 2?
Kapal Aceh Hebat 2 merupakan salah satu kapal motor penyeberangan (KMP) yang berlayar untuk melayani penyeberangan rute Ulee Lheue-Balohan Sabang. Ketika meledak pada Jumat, kapal ini sedang berlabuh di Ulee Lheue.
Kapal ini dimiliki oleh Pemerintah Daerah Aceh. Namun, pengoperasian kapal ini dilakukan oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh.
PT ASDP Indonesia Ferry adalah perusahaan milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa layanan pelabuhan dan penyeberangan kapal ferry. Perusahaan ini memiliki wilayah operasional yang terintegrasi di seluruh Indonesia.
PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh mendapatkan hak operasional kapal Aceh Hebat 2 setelah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Aceh untuk menyewanya. Durasi perjanjian sewa tersebut berlangsung hingga 2027 dengan total nilai sewa mencapai lebih dari Rp9,3 miliar.
Seturut Antara, KMP Aceh Hebat 2 sempat menjalani perawatan di Nias, Sumatera Utara pada Januari 2025 lalu. Kala itu, perawatan kapal penyeberangan ini dilakukan oleh galangan PT Cahaya Baru Shipyard (CBS) di Nias.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id
































