Menuju konten utama

Kamp Pengungsi Rohingya Kebakaran, Apakah Disengaja?

Peristiwa kebakaran kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh terjadi pada Minggu (7/1/2024). Ada dugaan unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut.

Kamp Pengungsi Rohingya Kebakaran, Apakah Disengaja?
Orang-orang menyaksikan kebakaran di kamp pengungsi Rohingya di Kutupalong di distrik Cox's Bazar, Bangladesh, Minggu pagi, (7/1/2024). Foto AP/Shafiqur Rahman

tirto.id - Kebakaran melanda sebuah kamp pengungsi Rohingya di Cox’s Bazar, Bangladesh tenggara pada Minggu dini hari, 7 Januari 2024 waktu setempat.

Perisitwa itu menyebabkan ribuan pengungsi Rohingya di Bangladesh kehilangan tempat tinggal. Kobaran api dengan cepat melahap komplek tempat penampungan yang terbuat dari bambu dan terpal.

Petugas pemadam kebakaran dan relawan Rohingya berhasil mengendalikan kobaran api sekitar tiga jam setelah melanda Kamp 5 di Cox's Bazar, tak lama sebelum pukul 01.00 dini hari, waktu setempat.

Seperti dilansir Reuters, Komisaris Bantuan dan Pemulangan Pengungsi Bangladesh di Cox's Bazar, Mohammed Mizanur Rahman menjelaskan, selain rumah, beberapa fasilitas lain seperti pusat pembelajaran juga ludes terbakar. Dia juga menambahkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam perisitwa tersebut.

UNHCR, badan PBB untuk urusan pengungsi, mengatakan bahwa peristiwa itu menyebabkan hampir 7.000 orang kehilangan tempat tinggal dan sekitar 120 fasilitas, termasuk masjid dan pusat-pusat kesehatan, mengalami kerusakan.

"Kami telah melakukan semua pengaturan... mereka diberi makanan dan tempat penampungan sementara," kata Mohammad Shamsud Douza, wakil pemerintah Bangladesh yang bertanggung jawab atas para pengungsi.

Apakah Kebakaran Kamp Pengungsi Rohingya Disengaja?

Seperti dilaporkan Aljazeera, Mizanur Rahman pada hari Minggu mengungkap, pihaknya menaruh kecurigaan atas peristiwa kebakaran kamp pengungsi Rohingya.

Rahman mengatakan ada kemungkinan bahwa kebakaran yang terjadi pada Minggu dini hari itu disengaja. Namun, untuk memastikannya, pihaknya tengah melakukan penyidikan atas penyebab pasti kebakaran.

"Kami telah memerintahkan penyelidikan atas kebakaran tersebut," ujar Rahman.

"Kami menduga ini adalah tindakan pembakaran," tambahnya.

Shafiqul Islam, kepala Stasiun Pemadam Kebakaran Ukhiya, secara terpisah mengatakan kepada The Associated Press bahwa kebakaran terjadi sekitar tengah malam di kamp Kutupalong di Ukhiya dan menyebar dengan cepat, dikipasi oleh angin kencang.

"Kebakaran itu sangat besar, dan menghancurkan sekitar 1.040 tempat tinggal di kamp tersebut," katanya.

"Kami membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk mengendalikan kobaran api, dengan melibatkan 10 unit pemadam kebakaran dari Ukhiya dan stasiun lain di distrik tersebut."

Islam mengatakan bahwa meskipun belum dapat dipastikan, pernyataan awal dari para pengungsi menunjukkan bahwa kebakaran itu disebabkan oleh oven lumpur.

Peristiwa Kebakaran Pernah Terjadi Sebelumnya

Kebakaran di puluhan kamp pengungsian Rohingya di Bangladesh merupakan hal yang biasa terjadi, terutama pada musim kemarau dari bulan November hingga April.

Tidak hanya masalah kebakaran yang acap terjadi, banyak dari kamp-kamp tersebut juga mengalami masalah kekerasan antara kelompok-kelompok Rohingya yang saling bersaing.

Polisi mengatakan keamanan di kamp-kamp tersebut telah memburuk, dengan lebih dari 60 pengungsi terbunuh dalam perang saudara dan bentrokan terkait narkoba tahun lalu, jumlah tertinggi yang pernah tercatat.

Pada bulan Maret 2023, kebakaran di kamp Kutupalong, salah satu pemukiman pengungsi terbesar di dunia, menghancurkan 2.000 tempat tinggal.

Dua tahun sebelumnya, setidaknya 15 orang Rohingya terbunuh dan 50.000 lainnya kehilangan tempat tinggal setelah kebakaran di kamp yang sama.

Baca juga artikel terkait PENGUNGSI ROHINGYA atau tulisan lainnya dari Balqis Fallahnda

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Iswara N Raditya & Balqis Fallahnda