Menuju konten utama

KAI Layani 2,82 Juta Penumpang KA Lokal & KAJJ per 11-23 Maret

Anne menyebutkan volume pelanggan dan tingkat okupansi harian pengguna KA Jarak Jauh terus bergerak naik dari 22-24 Maret 2026.

KAI Layani 2,82 Juta Penumpang KA Lokal & KAJJ per 11-23 Maret
Sejumlah calon penumpang KA Brantas tujuan Pasar Senen-Blitar mengantre menaiki kereta di Stasiun Senen, Jakarta, Kamis (20/5/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 2.820.174 pelanggan menggunakan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dan Kereta Api Lokal (KA Lokal) selama periode 11 hingga 23 Maret 2026. Angka ini dinilai sebagai cerminan tingginya mobilitas masyarakat pada masa angkutan Lebaran 1447 Hijriah.

"Selama periode angkutan Lebaran 11 hingga 23 Maret 2026, KAI telah melayani 2.378.680 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh dan 441.494 pelanggan KA Lokal, sehingga total mencapai 2.820.174 pelanggan di Pulau Jawa dan Sumatra," kata Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam keterangan di Jakarta, Selasa (24/3/2026) sebagaimana dikutip Antara.

Menurutnya, capaian itu menunjukkan mobilitas masyarakat yang terus meningkat dari hari ke hari.

Dia menyebutkan volume pelanggan dan tingkat okupansi harian pengguna KA Jarak Jauh terus bergerak naik. Pada 22 Maret tercatat 242.773 pelanggan dengan okupansi 150,7 persen, kemudian meningkat pada 23 Maret menjadi 246.987 pelanggan dengan okupansi mencapai 154,1 persen.

"Memasuki 24 Maret 2026, pergerakan pelanggan masih sangat tinggi. Hingga pagi hari, sedikitnya 225.193 pelanggan KA Jarak Jauh telah dijadwalkan berangkat dengan okupansi sementara mencapai 137,8 persen, dan jumlah ini masih berpotensi bertambah," ujar Anne.

Dia menyampaikan kondisi itu juga dipengaruhi pola perjalanan masyarakat yang melakukan mudik setelah pelaksanaan salat Idul Fitri di perantauan, sehingga volume perjalanan tetap tinggi pada periode arus balik.

Anne menjelaskan tingkat okupansi di atas 100 persen dimungkinkan karena pola perjalanan pelanggan yang dinamis dalam satu rangkaian kereta.

“Dalam satu perjalanan kereta api jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda. Skema ini memungkinkan jumlah pelanggan yang dilayani lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia,” jelas Anne.

Di tengah tingginya permintaan, sejumlah kereta api dengan tingkat pemesanan tinggi selama periode angkutan Lebaran 2026 antara lain KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Kahuripan, KA Rajabasa, dan KA Jayakarta.

Meski demikian, masyarakat masih memiliki peluang untuk mendapatkan tiket arus balik melalui pilihan relasi alternatif, jadwal keberangkatan yang berbeda, maupun skema perjalanan lanjutan.

KAI juga mengimbau pelanggan untuk memanfaatkan layanan connecting train serta memilih tanggal perjalanan yang lebih fleksibel.

“Dengan kapasitas yang masih tersedia, KAI mengajak masyarakat segera merencanakan perjalanan arus balik dengan baik agar perjalanan berlangsung lebih nyaman, lancar, dan menyenangkan bersama kereta api,” kata Anne.

Adapun hingga 24 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, KAI mencatat tiket yang telah terjual mencapai 4.195.627 tiket atau 93,3 persen dari total 4.498.696 tempat duduk yang disediakan selama periode 11 Maret hingga 1 April 2026.

“Tren perjalanan dengan kereta api terus meningkat sejak pertengahan Maret dan kini memasuki fase arus balik. Masyarakat memanfaatkan kereta api karena lebih nyaman dan terjadwal,” tutur Anne.

Pada layanan Kereta Api Jarak Jauh, penjualan tiket telah mencapai 3.616.273 tiket atau 101,2 persen dari total 3.571.760 tempat duduk yang disediakan. Sementara itu, penjualan tiket KA Lokal tercatat 579.354 tiket atau 62,5 persen dari total 926.936 tempat duduk.

"Ketersediaan tempat duduk masih terbuka, terutama karena pola perjalanan pelanggan yang tidak selalu menempuh relasi penuh dari stasiun awal hingga akhir," kata Anne.

Baca juga artikel terkait INFO MUDIK

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Andrian Pratama Taher