Menuju konten utama

Arus Balik Via Tol Cipali Lancar, Pemudik Akui Terbantu One Way

Menurut Dini, sistem one way yang diberlakukan sejak selepas Tol Kalikangkung hingga Tol Cipali efektif mengurai kepadatan kendaraan.

Arus Balik Via Tol Cipali Lancar, Pemudik Akui Terbantu One Way
Polisi melakukan sterilisasi sebelum dilakukan skema One way pada arus balik di tol Cipali Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Senin (23/3/2026). Korlantas Polri menerapkan rekayasa lalu lintas satu arah (one way) di Tol Transjawa mulai dari KM 263 Tol Brebes Barat sampai KM 70 Gerbang Tol Cikatama untuk mengurangi potensi kemacetan kendaraan saat arus balik Lebaran. ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro/foc.

tirto.id - Penerapan sistem one way nasional dalam rangka arus balik Lebaran 2026 resmi diberlakukan mulai hari ini, Selasa (24/3/2026). Skema tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan di sejumlah ruas tol yang diprediksi terjadi pada puncak arus balik.

Seorang pemudik asal Kelapa Dua, Depok, Dini, mengaku perjalanannya dari Jawa Tengah menuju Jakarta berlangsung lancar sejak keberangkatan. Ia memulai perjalanan dari Magelang setelah sempat menginap, lalu melanjutkan perjalanan melalui Secang, Ambarawa, dan masuk ke Tol Bawen sekitar pukul 05.30 WIB.

"Alhamdulillah hari ini arus balik tuh lancar, karena aku masuk jalur one way sebelah kanan ke arah jakarta," kata Dini dihubungi Tirto, Selasa (24/3/2026).

Dini membandingkan kondisi arus balik ini dengan perjalanan keberangkatan mudik beberapa hari sebelumnya. Ia menyebut arus balik jauh lebih lancar dibandingkan saat berangkat dari Jakarta ke Yogyakarta pada 18 Maret 2026 lalu.

Dia menyebut bahwa saat melintas di Tol Cipali KM 138, kendaraan sudah masuk jalur one way arah Jakarta. Namun, ia sempat melihat kepadatan di jalur sebaliknya akibat kecelakaan lalu lintas.

"Kemarin aku berangkat dari Jakarta-Yogyakarta tanggal 18 maret tuh memakan waktu 18 jam di jalan, yang normalnya 9 jam udah sampai karena emang pas berangkat padat banget dan macet di mana-mana," kata Dini.

"Sedangkan pas arus balik ini malah lancar jaya, di luar prediksi jam 7 aja udah masuk tol Kalikangkung, dan jam 11 ini aku udah mau sampek tol Cikampek," sambungnya.

Dari segi volume kendaraan, Dini menilai mobil pribadi masih mendominasi arus lalu lintas. Meski demikian, ia juga melihat sejumlah bus dan truk logistik masih melintas, termasuk di jalur one way yang seharusnya tak boleh dilintasi mobil jenis tersebut.

Sementara itu, kondisi rest area juga terpantau lebih lengang dibandingkan saat arus mudik. Dini mengaku telah beristirahat sebanyak empat kali tanpa mengalami antrean panjang, padahal saat keberangkatan dia harus antre satu jam lamanya untuk memakai Toilet.

"Nah karena aku jalur one way jadi rest areanya juga agak sepi sih," kata dia.

Menurut Dini, sistem one way yang diberlakukan sejak selepas Tol Kalikangkung hingga Tol Cipali efektif mengurai kepadatan kendaraan. Meskipun demikian, menurut Dini, perjalanannya itu memang belum memasuki puncak arus balik sehingga tak ada hambatan berarti.

"Kayaknya belum jadi puncak arus mudik kali ya, tapi karna berangkat pagi juga sih jadinya lancar, gak tau kalo siang ke sore. Soalnya kemarin siang ke sore kata beberapa temen aku yang balik jakarta tuh macet banget," kata dia.

Untuk diketahui, Polisi akan menerapkan skema lalu lintas satu arah (one way) arus balik Lebaran mulai, Selasa (24/3/2026).

Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menuturkan, langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan di sejumlah ruas tol yang diprediksi terjadi pada puncak arus balik Lebaran 2026 besok.

"Rencananya sesuai dengan arahan Bapak Kapolri, dan kemarin saya sudah lapor ke Pak Menhub [Menteri Perhubungan] dan Pak Direktur Jasa Marga dan Jasa Raharja, rencana akan kita flag out untuk [one way] arus balik tanggal 24 [Maret]," tuturnya dalam keterangan yang diterima, Senin (23/3/2026).

Untuk mengantisipasi penumpukan arus kendaraan, Agus juga mengimbau masyarakat untuk memilih kembali dari mudik di luar tanggal 24 Maret.

Menurut Agus, puncak arus balik Lebaran juga diperkirakan terjadi pada 28-29 Maret 2026. Karena ada dua waktu puncak arus balik, arus masyarakat yang kembali ke tempat bekerja masing-masing diharapkan dapat terurai.

"Moga-moga dengan dua tahap ini nanti bisa terurai sehingga arus balik yang di tanggal 24 [Maret], nanti bisa kita kelola dengan baik," ucap Agus.

Baca juga artikel terkait INFO MUDIK atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher