Jorjoran demi Resepsi Pernikahan Idaman

Oleh: Aditya Widya Putri - 10 Juli 2018
Dibaca Normal 3 menit
Biaya pernikahan di Jakarta dengan 1.000 tamu undangan sekitar Rp150 juta.
tirto.id - Riasan wajah manglingi harus sepaket dengan baju pengantin supermegah. Jangan tampil cuma sederhana, bisa-bisa kalah saing oleh tamu. Katering dan dekorasi ruangan juga tak boleh disepelekan: kudu enak, unik, dan cantik. Jangan sampai tamu undangan yang sebagian besar tidak dikenal mempelai itu pulang dengan mengingat—apalagi menggunjingkan—cela pada pesta.

Banyak orang rela mengeluarkan uang kelewat lebih untuk mewujudkan impian pernikahan sempurna. Jika kurang, berutang tak mengapa. Ada anggapan bahwa menikah cuma sekali, wajar jika jorjoran saat resepsi.

Elita, perempuan yang menikah di umur 24 tahun pada akhir tahun lalu, adalah contohnya. Untuk resepsi, ia sampai harus mengalokasikan biaya khusus hingga Rp150 juta. Jumlah tersebut belum termasuk pengeluaran-pengeluaran kecil di luar daftar yang sudah direncanakan. Biaya paling banyak dialokasikan untuk katering, mencapai 50 persen dari total biaya.

“Saat mendekati hari H, ada kekurangan sekitar 7-10 persen, jadinya pinjam ke teman. Habis nikah langsung dibayar,” kenang Elita.

Perhelatan Elita dan pasangan yang cukup “wah” ternyata sedikit banyak mengikuti keinginan sang ayah. Gamblang ia mengatakan, penting untuk menjaga status sosial ayahnya. Dari 1.500 undangan yang disebar, sebagian besar adalah kenalan orangtua. Untunglah setengah dari biaya pernikahan dibiayai keluarga.

Cerita lain tentang masa-masa persiapan pernikahan dituturkan Mella, seorang karyawan di sebuah bank swasta nasional. Pernikahannya pada Juli tahun lalu menghabiskan dana hingga Rp200 juta dengan jumlah tamu mencapai 1.300 undangan. Ia menggelar seremonial hingga dua kali, di sebuah gedung kawasan Bintaro dan di rumahnya.

“Pilih tanggal 30 Juli, setelah rata-rata orang gajian di tanggal 25. Supaya lebih semangat juga pas datang,” jawabnya saat ditanya masalah pemilihan tanggal.

Sama seperti Elita, pengeluaran terbesarnya adalah katering. Hanya saja, pada kasus Mella, biaya pernikahan 80 persen berasal dari tabungannya dan calon suami kala itu. Pihak keluarga tinggal menutup kekurangan biaya sebesar 20 persen.


Hitched, sebuah konsultan pernikahan di Inggris pada tahun 2017 menyurvei lebih dari 4.000 pengantin untuk mengetahui rata-rata anggaran pernikahan mereka. Hasilnya mereka menghabiskan rata-rata £27,161 pada hari pernikahan, setara Rp516,8 juta, naik lebih dari £2.000 atau sekitar Rp38 juta dari tahun 2016.

Hanya saja, di Inggris, pengeluaran paling banyak dialokasikan untuk tempat pernikahan, bulan madu, baru kemudian katering, cincin pertunangan, dan minuman. Anggaran sebanyak £1,209, setara Rp23 juta dihabiskan untuk baju pernikahan. Untuk menggelar pernikahan mewah, sebanyak 51 persen pasangan mengaku mendapat bantuan biaya dari keluarga.

“50 persen perempuan menjadi pengambil keputusan terbesar. Sebelum menemukan butik yang tepat, rata-rata mereka mengunjungi sekitar 3 butik terlebih dulu,” tulis survei tersebut.

Resepsi megah saat ini juga tak lengkap tanpa kehadiran pendamping pengantin, atau biasa disebut groomsmen dan bridesmaid. Survei ini mengatakan pasangan pengantin tetap berusaha memenuhi kebutuhan tersier ini dengan menghadirkan setidaknya tiga orang pendamping pengantin pria dan tiga lainnya untuk pengantin perempuan.

Sebanyak 25 persen pasangan juga tak luput meramaikan acara dengan membuat tagar khusus bagi pernikahan mereka. Hanya sekitar 5 persen yang memilih pesta pernikahan tertutup, tanpa foto, atau unggahan di sosial media.

Nova Zakiya, salah satu pemilik Event Organizer (EO) di Jakarta, Maxis Organizer bercerita kepada Tirto tentang rincian biaya pesta pernikahan saat ini.

“Dari sisi baju masih lebih digandrungi adat daerah. Tapi kalau teknisnya sudah lebih ke nasional, karena prosesi adat juga enggak diambil semua. Ada keterbatasan waktu, terutama jika di gedung,” papar Nova.

Jasa EO-nya selama ini tak membedakan harga untuk pernikahan adat maupun nasional. Ia cenderung menyesuaikan harga jasa dengan jumlah tamu yang diundang dan jenis jasa yang dipakai, termasuk perencanaan atau sekadar mengorganisir jalannya resepsi. Kisaran biaya jasa yang dipatok Nova mencapai Rp7-15 juta. Berdasarkan pengalamannya menyusun acara pernikahan, alokasi biaya paling besar tercurah untuk katering, yakni 50-70 persen dari biaya keseluruhan.

Dengan asumsi tamu sekitar 1.000 orang, total biaya pernikahan dengan resepsi ala nasional bisa mencapai Rp140 juta. Jumlah tersebut belum termasuk biaya undangan dan suvenir. Sementara itu, biaya untuk resepsi adat sedikit lebih mahal. Total biayanya sekitar Rp150 juta. Selisih harga sebesar Rp10 juta diperuntukkan guna biaya prosesi adat yang bekerjasama dengan sanggar adat/rias.

“Sepengalaman kita, calon pengantin milih nasional bukan karena lebih murah, tapi cenderung bingung mau pilih adat apa karena masing-masing keluarga berbeda adat," kata Nova.



Infografik Latah Nikah Meriah


Nikah Mewah, Cepat Berpisah

Apabila dalam pesta pernikahan Anda sebagian besar tamu undangan ternyata tidak Anda kenal, mengkhawatirkan secara berlebihan akan kesan tamu undangan, bisa jadi Anda termasuk golongan orang-orang yang terkena competitive wedding syndrome.

Meski diingat pula bahwa tak selamanya pesta pernikahan mewah berujung pernikahan langgeng. Malah, penelitian Andrew Francis dan Hugo Mialon dari Emory University yang dipublikasikan pada 2014 menunjukkan semakin mahal biaya pernikahan dan cincin kawin, semakin pendek usia pernikahan.

Penelitian ini didasarkan pada survei oleh 3.151 orang dewasa di Amerika Serikat yang telah menikah.
Kedua peneliti ini akhirnya membuat hasil bahwa pernikahan yang memakan biaya lebih dari $20 ribu memiliki risiko bercerai 1,6 kali lebih tinggi dari pasangan dengan biaya pernikahan antara $5.000 dan $10.000. Risiko tersebut semakin rendah ditemukan pada pasangan dengan biaya pernikahan kurang dari $1.000

Kelompok pasangan yang menikah dengan biaya kurang dari $1.000 juga memiliki penurunan risiko stres hingga 82-93 persen dibanding mereka menggelar pesta berbiaya antara $5.000 dan $10.000. Untuk urusan membeli cincin pernikahan, pasangan yang membelanjakan cincin lebih dari $4.000 memiliki risiko bercerai hingga 1,3 kali lebih besar dibanding kelompok dengan harga cincin di bawahnya. Namun, jangan juga membeli cincin di bawah $1000 karena mereka memiliki risiko perceraian yang sebanding.

Bagi Anda yang merencanakan pernikahan megah, jangan terlalu khawatir. Belum tentu kesimpulan itu berlaku pada Anda. Selama pernikahan dibiayai dengan "uang dingin", tentu tak terlalu masalah. Persoalan timbul jika biaya kemewahan didapat dari utang.

“Pernikahan yang murah bisa jadi meringankan beban keuangan pasca-pesta pernikahan,” kata Profesor Hugo M. Mialon seperti dilansir CNN.

Baca juga artikel terkait MENIKAH atau tulisan menarik lainnya Aditya Widya Putri
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Aditya Widya Putri
Penulis: Aditya Widya Putri
Editor: Maulida Sri Handayani
Dari Sejawat
Infografik Instagram