Jokowi: Stok Beras Indonesia Meningkat Tajam

Oleh: Yuliana Ratnasari - 6 Januari 2017
Dibaca Normal 1 menit
Presiden Jokowi mengklaim Indonesia tidak akan mengimpor beras. Pasalnya, stok beras di Bulog masih berlimpah.
tirto.id - Mengingat stok beras di Bulog meningkat secara signifikan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa pemerintah tidak berencana melakukan impor beras.

"Biasanya September-Oktober itu sudah rapat terbatas untuk mengatasi kekurangan stok beras. Yang kedua mengenai pengendalian harganya, berapa yang harus kita impor untuk mengendalikan harga. Ini [ratas] kok tidak ada," kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam pembukaan Rakernas Pembangunan Pertanian 2017 di Hotel Bidakara Jakarta pada Kamis (5/1/2017).

Pada kesempatan itu, Jokowi juga mengungkapkan kebahagiaannya atas pencapaian Kementerian Pertanian dalam meniadakan impor beras tersebut.

Sebagaimana dikutip Antara, Jokowi mengatakan stok beras di Bulog hingga Kamis pagi berjumlah 1.734.000 ton. Sementara jumlah stok beras pada akhir 2015, menurut Jokowi, hanya sekitar 800 ribu ton.

"Artinya sudah meningkat 2 kali lebih sehingga benar pada September tidak ada ratas mau impor berapa karena stoknya sudah dua kali lipat lebih," ujarnya.

Dengan berlimpahnya stok beras maka dapat mengatasi potensi lonjakan harga karena pasar bisa mendapat sokongan suplai dari Bulog langsung.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi juga mengharapkan impor jagung dapat ditiadakan pada 2018 jika upaya meningkatkan produktifitas di lapangan dilakukan secara detail.

"Jagung, data yang saya peroleh ini impornya 3,2 juta ton dan data terakhir yang saya terima impor kita 2016 hanya 900 ribu ton," ujar Presiden.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menjelaskan, menurunnya jumlah impor jagung itu dikarenakan terdapat produksi yang melonjak di dalam negeri.

Menurut data Kementerian Pertanian, penurunan impor jagung di Indonesia terjadi sebesar 66,6 persen.

Produksi jagung meningkat jadi 23,2 juta ton pada 2016 dari sebelumnya 19 juta ton pada 2014 atau naik sebesar 21,8 persen.

Baca juga artikel terkait STOK BERAS atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari
DarkLight