Menuju konten utama

Jokowi Rayu Pengusaha Australia Tanam Duit di Indonesia

Presiden Jokowi memamerkan kepada pengusaha Australia bahwa Indonesia adalah daerah terbaik untuk berinvestasi di kawasan Asia Tenggara.

Jokowi Rayu Pengusaha Australia Tanam Duit di Indonesia
Presiden Joko Widodo memberikan arahan saat penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) tahun 2022 di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/6/2023). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/tom.

tirto.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim bahwa Indonesia adalah daerah terbaik untuk berinvestasi di kawasan Asia Tenggara. Mantan Walikota Solo itu menilai Indonesia memiliki sejumlah sektor prioritas dengan potensi tinggi di dunia investasi.

"Indonesia memiliki potensi tinggi sebagai tujuan investasi dengan kekayaan sumber daya alam, bonus demografi, pasar yang besar, stabilitas ekonomi dan politik yang terjaga," ujar Jokowi saat melakukan pertemuan dengan para CEO perusahaan-perusahaan Australia di Ruang Pertemuan Cambridge, Hotel Shangri-La, Sydney, pada Selasa (4/7/2023).

Ia menyebut ada sejumlah prioritas yang menarik. Prioritas pertama adalah bidang hilirisasi industri. Jokowi menuturkan bahwa Indonesia dan Australia memiliki potensi besar untuk berintegrasi dalam mengembangkan industri baterai mobil listrik.

"Indonesia sudah targetkan untuk mulai produksi baterai EV tahun depan, serta produksi 1 juta mobil listrik dan 3,2 juta motor listrik di tahun 2035," tuturnya.

Selain itu, Kepala Negara menyebut Indonesia memiliki potensi luar biasa dalam sektor energi hijau. Indonesia memiliki potensi besar sebanyak 434 gigawatt dalam bidang energi baru terbarukan dari angin, air, panas bumi, biofuel, dan surya.

"(Saat ini) tengah dibangun 30 ribu hektare green industrial park," lanjutnya.

Jokowi juga menerangkan bahwa Indonesia tengah membangun Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan konsep kota pintar berbasis hutan dan alam. Menurut Presiden, peluang investasi pada beberapa sektor di IKN terbuka lebar bagi para investor.

"Nilai investasinya capai 25 miliar USD yang sangat terbuka, baik di sektor Pendidikan, Kesehatan, energi, dan lainnya," tambahnya.

Terakhir, pada sektor pendidikan dan kesehatan, Presiden meyakini potensi investasi bagi para investor juga sangat tinggi.

"Jumlah penerimaan mahasiswa, meningkat sekitar 20 persen setiap tahunnya. Hampir 2 juta orang Indonesia, masih pergi berobat di luar negeri. Sebuah peluang besar bagi investasi di bidang ini," kata Jokowi.

Baca juga artikel terkait INVESTASI atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Anggun P Situmorang