tirto.id - Presiden Jokowi memakai berbahasa Jawa dalam unggahan video di media sosial resmi dengan kata-kata "lamun sira sekti, Aja mateni" yang berarti "meskipun kuat jangan menjatuhkan", Sabtu (20/7/2019).
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pernyataan Jokowi itu sebagai pesan kemanusiaan. Menurut Hasto, pesan tersebut menandakan Jokowi tidak menggunakan kekuasaan.
"lamunsiro sekti ojo mateni itu artinya mengandung pesan-pesan kemanusiaan dari Presiden Jokowi. Bagaimana pun juga kekuasaan tidak boleh dipakai untuk menindas dan kita sangat beruntung punya presiden yang punya semangat itu," kata Hasto di daerah Menteng, Jakarta, Sabtu (20/7/2019).
Hasto mengatakan Jokowi punya semangat perikemanusiaan, turun bekerja bersama rakyat, dan memiliki hati yang terbuka. Ia mengatakan sikap tersebut membuat Jokowi bisa mengeluarkan kebijakan yang diyakini membebaskan rakyat dari belenggu penjajahan sebagaimana menjadi spirit dari Bung Karno dan dijalankan oleh Megawati.
Menurut dia, pesan Jokowi justru sebagai sikap pemimpin. Ia pun menyinggung kepemimpinan Presiden Soeharto sebagai contoh kesalahan dalam kepemimpinan.
"Kita belajar dari 32 tahun Pak Harto ketika kekuasaan dipakai dengan otoriter dengan menggunakan segala daya upaya kesaktian negara akhirnya rakyat mengambil sebuah langkah-langkah yang sangat tegas pelajaran yang sangat penting," Kata Hasto.
Untuk itu, kata Hasto, PDIP malam ini menggelar acara Gebyar Wayang Kulit 2019 di Tugu Proklamasi, Jakarta, sebagai upaya untuk mengingatkan kembali nilai-nilai kemanusiaan.
"Karena itulah dengan wayangan ini kami diingatkan dengan nilai-nilai filsafat kita sebagai bangga besar sebagai bangsa yang berkebudayaan luar biasa," Tutur Hasto.
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Alexander Haryanto