Menuju konten utama

Jokowi Desak Bantuan Kemanusiaan ke Gaza Tak Boleh Berhenti

Jokowi berharap gencatan senjata harus dilakukan dan mendesak agar ada perundingan damai antara Israel dan Hamas di Gaza.

Jokowi Desak Bantuan Kemanusiaan ke Gaza Tak Boleh Berhenti
Presiden Joko Widodo menempelkan stiker saat melepas bantuan kemanuasiaan untuk Palestina di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (20/11/2023). Presiden Joko Widodo melepas bantuan kemanusiaan tahap dua sebesar 21 ton berupa obat-obatan, makanan, hingga perlengkapan rumah sakit untuk masyarakat Gaza, Palestina yang bersumber dari anggaran pemerintah, perusahaan dan masyarakat. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.

tirto.id - Presiden Joko Widodo meminta semua pihak mempercepat pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina. Jokowi berharap gencatan senjata harus dilakukan dan mendesak agar ada perundingan damai antara Israel dan Hamas di Gaza.

"Tragedi kemanusiaan di Palestina tidak bisa ditolerir sedikit pun. Gencatan senjata harus segera dilakukan, bantuan kemanusiaan harus dipercepat dan perundingan damai harus segera dimulai," ujar Jokowi dalam acara R20 International Summit of Religious Authorities yang berlangsung di Park Hyatt Jakarta Hotel, Jakarta Pusat, Senin (27/11/2023).

Jokowi menyayangkan masih ada perang di dunia modern. Ia pun mengutuk keras aksi pembantaian yang dilakukan Israel kepada warga Palestina yang ada di Gaza.

"Sungguh tidak masuk di nalar, sungguh tidak masuk di dalam nurani kita. Di dunia yang super modern seperti sekarang ini masih terjadi perang dan pembantaian secara terang-terangan yang merenggut warga sipil, yang merenggut perempuan dan anak-anak," jelas Jokowi.

Di hadapan 30 pemuka agama dari berbagai agama dan negara, Jokowi mengatakan konstitusi negara Indonesia secara tegas menyatakan kemerdekaan adalah hak segala bangsa.

Indonesia juga memiliki pengalaman panjang dalam merajut keberagaman dalam menjembatani perbedaan-perbedaan dan dalam mempersatukan kemajemukan.

Jokowi menguraikan, saat ini penduduk Indonesia hampir mencapai 280 juta, yang terdiri dari 714 suku dengan lebih dari 1.300 bahasa lokal atau bahasa daerah, memeluk agama yang berbeda-beda, dan hidup di 17 ribu pulau yang kita miliki. Meski berbeda-beda, Indonesia mampu hidup dalam harmoni, klaim Jokowi.

"Bukan hal yang mudah untuk mempersatukannya, tapi kita bisa dan kita bersyukur bahwa Indonesia mampu mengikis ego kesukuan, ego keagamaan, ego kedaerahan, sehingga mampu mewujudkan Bhineka Tunggal Ika, Unity in Diversity," tutur Jokowi.

Menurut Jokowi, kerukunan dan perdamaian di Indonesia mendapat pengaruh dari ajaran-ajaran agama. Ia mengatakan bahwa perdamaian sulit terwujud jika tidak didukung oleh para pemimpin agama. Dirinya meyakini tokoh-tokoh agama dan masyarakat berperan penting dalam menciptakan perdamaian.

"Para pemimpin agama yang mengajarkan cinta tanah air adalah bagian dari iman, toleransi terhadap perbedaan-perbedaan adalah bagian dari iman, dan menjaga persatuan juga bagian dari iman," ucap Jokowi.

Jokowi berharap forum R20 International Summit of Religious Authorities menjadi ajang dialog lintas agama dan lintas bangsa untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan segala bentuk pertikaian.

"Dengan demikian, dunia yang damai, dunia yang rukun, dunia yang sejahtera mampu kita wujudkan bersama," harapnya.

Baca juga artikel terkait AGRESI ISRAEL atau tulisan lainnya dari Iftinavia Pradinantia

tirto.id - Politik
Reporter: Iftinavia Pradinantia & Andrian Pratama Taher
Penulis: Iftinavia Pradinantia
Editor: Bayu Septianto