Menuju konten utama

Xi Jinping Pecat 2 Jenderal karena Diduga Bocorkan Rahasia ke AS

Presiden Xi Jinping mencopot jenderan senior China yang merupakan orang dekatnya, Zhang Youxia. Ia diduga membocorkan rahasia soal nuklir.

Xi Jinping Pecat 2 Jenderal karena Diduga Bocorkan Rahasia ke AS
Tentara China berbaris saat mengikuti parade militer memperingati 80 tahun kemenangan dalam Perang Rakyat China Melawan Agresi Jepang dan Perang Dunia Anti-Fasis di Lapangan Tiananmen, Beijing, China, Rabu (3/9/2025). ANTARA FOTO/Desca Lidya Natalia/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden China Xi Jinping tengah menyelidiki jenderal militer yang diduga telah membocorkan rahasia nuklir mereka ke Amerika Serikat (AS).

Hubungan antara AS dan China kembali memanas. Setelah mencapai kesepakatan tentang tarif impor yang menandai berakhirnya perang dagang antar keduanya, kini dua negara besar tersebut kembali bersitegang setelah AS mengancam akan turut campur dalam konflik di Iran.

Di tengah ketegangan tersebut, muncul pemberitaan yang menyebut jika ada jenderal militer China yang membocorkan rahasia nuklir ke AS.

China selama ini dikenal sebagai negara yang sangat tertutup dan ketat menjaga kerahasiaan program senjata nuklirnya, karena senjata nuklir dipandang sebagai inti dari pertahanan nasional.

Oleh karena itu jika benar terjadi kebocoran informasi ke negara lain, khususnya ke Amerika Serikat yang merupakan rival strategis utama China, tindakan tersebut dianggap sebagai kejahatan luar biasa terhadap negara.

Siapa Jenderal Militer China yang Diduga Bocorkan Rahasia Nuklir ke AS?

Menurut laporan eksklusif dari media AS, Wall Street Journal yang dikutip oleh Strait Times, seorang jenderal tertinggi China, bernama Zhang Youxia, diduga membocorkan rahasia negara ke Amerika Serikat.

Jenderal Zhang dicurigai memberikan informasi rahasia tentang program senjata nuklir China kepada AS. Informasi ini termasuk data teknis penting yang seharusnya sangat dirahasiakan karena menyangkut keamanan nasional.

Selain dugaan membocorkan rahasia negara, Jenderal Zhang Youxia juga dituduh terlibat korupsi dan penyalahgunaan jabatan secara sistematis. Ia diduga menerima suap dalam jumlah besar dengan memanfaatkan posisi dan pengaruhnya di dalam struktur militer China.

Salah satu tuduhan paling serius adalah bahwa ia memperjualbelikan jabatan, yakni menerima uang atau keuntungan tertentu untuk mempromosikan perwira militer ke posisi strategis dan bergengsi.

Praktik ini dinilai merusak sistem dan profesionalisme militer karena kenaikan jabatan tidak lagi berdasarkan kemampuan, melainkan transaksi uang dan kedekatan politik.

Selain itu, Jenderal Zhang juga diduga menyalahgunakan kewenangannya dalam pengambilan keputusan militer, terutama yang berkaitan dengan kebijakan, pengadaan, dan penempatan personel.

Ia dituding mengambil keputusan penting bukan demi kepentingan negara atau keamanan nasional, melainkan untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya sendiri.

Lebih jauh lagi, penyelidikan menyebut bahwa ia membentuk kelompok politik di dalam tubuh militer, yaitu jaringan perwira loyal yang dipromosikan dan dilindungi olehnya.

Tindakan ini dianggap sangat berbahaya oleh pemerintah China karena dapat memecah soliditas militer dan berpotensi menantang otoritas kepemimpinan tertinggi negara.

Pemerintah China secara resmi telah membuka penyelidikan terhadap Jenderal Zhang Youxia melalui mekanisme internal partai dan militer.

Status Zhang yang merupakan anggota Politbiro, yaitu lingkaran kecil elite kekuasaan tertinggi di China, sekaligus tokoh berpengaruh dalam struktur militer nasional, dan selama ini juga dikenal sebagai sekutu dekat Presiden Xi Jinping membuat publik di China semakin membicarakannya.

Perkara ini juga menjadi bagian dari kampanye pembersihan besar-besaran yang dilancarkan Presiden Xi sejak tahun 2023 untuk memberantas korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakloyalan politik di tubuh angkatan bersenjata.

Selain Jenderal Zhang, penyelidikan juga merambah ke tokoh militer senior lainnya, yakni Jenderal Liu Zhenli.

Ia sedang diperiksa atas dugaan “pelanggaran serius terhadap disiplin dan hukum” yang biasanya merujuk pada kasus korupsi, penyalahgunaan wewenang, atau pelanggaran loyalitas politik.

Jenderal Liu merupakan pejabat yang sangat strategis karena menjabat sebagai kepala Departemen Staf Gabungan PLA dan komandan Angkatan Darat Tentara Pembebasan Rakyat periode Juni 2021 hingga Desember 2022.

Baca juga artikel terkait CHINA atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra