Menuju konten utama

Jelang MotoGP Mandalika, PHRI Sebut Ketersediaan Hotel Jadi Masalah

Sekjen PHRI sebut jika tiket MotoGP Mandalika akhirnya ludes terjual, maka permasalahan lain yang timbul adalah ketersediaan hotel.

Jelang MotoGP Mandalika, PHRI Sebut Ketersediaan Hotel Jadi Masalah
PLN sediakan layanan listrik untuk dukung test pramusim MotoGP di sirkuit mandalika. FOTO/PLN

tirto.id - Perhelatan MotoGP 2022 Seri Pertamina Grand Prix of Indonesia akan berlangsung sekitar dua pekan lagi yaitu pada Minggu (20/3/2022). Pemerintah menargetkan 63 ribu tiket terjual. Namun demikian, ketersediaan hotel dinilai tidak memadai.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, NTB itu memiliki jumlah kamar yang terbatas. Ia sebut jumlah hotel di NTB adalah 1.970 dengan katagori 146 hotel bintang, sementara 1.208 itu hotel melati.

“Total jumlah kamar itu yang jelas 21.296 ya. Sekarang jadi masalah karena penonton Motogp 60 ribu dan kebutuhan kamar sampai 50 ribu, sementara jumlah kamar 20 ribuan,” kata Maulana saat dihubungi reporter Tirto, Senin (7/3/20220).

Maulana mengatakan, jika tiket akhirnya ludes terjual, maka permasalahan lain yang timbul adalah penonton MotoGP setelah ikut perhelatan akan istirahat di mana?

Di sisi lain, kata dia, kebanyakan penonton MotoGP yang memiliki hobi nonton merupakan masyarakat kalangan menengah ke atas yang perlu difasilitasi dengan layanan penginapan yang baik. Sementara, kata Maulana, jumlah hotel berbintang di NTB sangat terbatas.

“Kita juga harus perhatikan bahwa event ini level kelas mana? Karena MotoGP ini bukan massive sport ya, market spesifik yang hobi dan hobinya juga harus kita lihat kelasnya ya. Kelas menengah ke atas, kita juga harus akurasikan, tentu hobi dari MotoGP ini saya yakin juga ingin akomodasinya adalah hotel-hotel bintang, kan, ya pastinya,” kata Maulana.

Karena itu, kata Maulana, selain menambah layanan penginapan terapung dan fasilitas, rencana lain yang bisa dilakukan adalah dengan menambah layanan penerbangan menuju Bali dan Makassar.

“Kita harus mempersiapkan destinasi yang dekat dengan Lombok yaitu Bali yang pasti akan siap mumpuni bantu. Tinggal bagaimana aksesnya dipersiapkan. Misalnya penerbangan dari Bali ke Lombok, kemudian Makasar ke Lombok. Sebenarnya kalau kita bicara mengenai segmen market dari MotoGP ini bukan domestic traveler ya. Justru suporternya, dari luar negeri itu,” kata dia.

Baca juga artikel terkait MOTOGP MANDALIKA atau tulisan lainnya dari Selfie Miftahul Jannah

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Abdul Aziz