Menuju konten utama

Jam Berapa Supermoon 5 November & Kapan Puncaknya?

Catat, fase supermoon bakal terjadi pada Jumat (5/12/2025). Cek jam berapa bulan berada di posisi terdekat dengan bumi.

Jam Berapa Supermoon 5 November & Kapan Puncaknya?
Fenomena Bulan Supermoon yang juga disebut sebagai super pink moon menghiasi langit Kota Lhokseumawe, Aceh, Rabu (8/4/2020). ANTARA FOTO/Rahmad/aww.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Fenomena langit supermoon akan terjadi pada Jumat (5/12/2025) malam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, bulan akan berada di posisi terdekat dengan bumi (perige) pada Sabtu (6/12/2025) pagi.

Melansir Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), supermoon akan terjadi saat bulan purnama bertepatan di titik terdekat dengan bumi dalam orbit elipsnya. Titik terdekat itu dikenal sebagai perige.

Sebagai gambaran, lintasan bulan saat mengorbit bumi tidaklah berbentuk lingkaran sempurna. Bulan bisa saja berada di titik lebih dekat dan tampak lebih besar dari biasanya. Di sisi lain, bulan juga bisa sedikit lebih jauh dan tampak lebih mengecil.

Titik terdekat bulan dengan bumi dikenal dengan perige. Saat berada di perige itu, bulan dan bumi berjarak sekitar 363,3 km. Sedangkan titik terjauh atau dikenal dengan apoge, bulan dan bumi berjarak sekitar 405,5 km.

Saat berada di titik terdekatnya dengan bumi, bulan purnama dapat tampak hingga 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang daripada bulan paling redup atau ketika bulan berada pada posisi terjauh dari bumi dalam orbitnya.

Supermoon 5 November Jam Berapa & Kapan Puncaknya?

Fenomena supermoon akan terjadi berdekatan dengan sekitar fase bulan purnama. BMKG menyebutkan, fase purnama pada Jumat (5/12/2025), terjadi sekitar sejak pukul 20.19 WIB. Saat berada di posisi terdekatnya dengan bumi, bulan memiliki semi-diameter sebesar 16' 43,87".

Sebalikya, saat berada di apoge tahun ini, bulan memiliki ukuran semi-diameter 14’42,65’’. Sebelumnya, fase bulan saat berada di apoge sudah terjadi pada 13 April 2025.

“Untuk menyaksikan supermoon di Indonesia (Jumat, 5/12/2025) dapat dimulai setelah bulan terbit pada sore menjelang malam,” tulis BMKG melalui unggahan di Instagram-nya, 3 November 2025.

BMKG menjelaskan, bulan saat berada di perige terjadi pada Sabtu (6/11/2025) pagi pukul 05.28 WIB. Fenomena ini dapat diamati di belahan bumi yang masih memasuki malam hari. Sedangkan, sebagian wilayah Indonesia –terutama tengah dan timur– sudah memasuki pagi hari saat fenomena ini terjadi.

“Maka itulah, purnama pada tanggal 5 November 2025 dikenal dengan istilah purnama perige,” jelas BMKG.

Meski tampak indah, supermoon juga memberikan dampak lain terhadap pasang surut yang lebih tinggi dari biasanya. Oleh karena itu, BMKG memberikan imbauan dan peringatan dini terhadap fenomenasupermoon.

Imbauan ini salah satunya dikeluarkan BMKG Merak, khususnya bagi operator pelabuhan terhadap kewaspadaan potensi gangguan operasional bongkar muat dan pelayaran di Pelabuhan Merak - Bakauheni. Ditambah juga dengan potensi hujan tinggi pada awal Desember 2025.

Untuk menghadapi fenomena ini, BMKG menyiapkan pos pemantauan cuaca Nataru di sejumlah dermaga bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Merak. Pos akan bekerja secara real time untuk memonitor gelombang pasang dan perubahan dinamika laut.

“Jadi kami terus menginformasikan kepada pihak KSOP, kami menginformasikan potensi-potensi cuaca, apabila ada cuaca buruk, untuk satu jam ke depan atau tiga jam ke depan,” tutur Kepala Kelompok Kerja Data dan Informasi BMKG Merak Trian Asmarahadi, dikutip dari ANTARA, Rabu (3/12/2025).

Karena berimbas pada meningkatkan ketinggian air laut maksimum itu, supermoon juga berpotensi mengakibatkan banjir rob. Pada 29 November 2025, BMKG telah merinci sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami banjir rob, berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut.

Beberapa wilayah yang terdampak itu, di antaranya Pesisir Aceh, Pesisir Sumatera Utara, Pesisir Sumatra Barat, Pesisir Jambi, Pesisir Kep. Riau, Pesisir Kep. Bangka Belitung, Pesisir Lampung, Pesisir Banten, Pesisir Jakarta, Pesisir Jawa Barat, Pesisir Jawa Tengah.

Lalu Pesisir Jawa Timur, Pesisir Bali, Pesisir Nusa Tenggara Barat, Pesisir Nusa Tenggara Timur, Pesisir Kalimantan Utara, Pesisir Kalimantan Selatan, Pesisir Kalimantan Barat, Pesisir Kalimantan Tengah, Pesisir Sulawesi Utara, hingga Pesisir Maluku.

“Potensi banjir pesisir yang secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhandanpesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitastambakgaram dan perikanan darat,” tulis BMKG dalam Press Release Informasi Potensi Banjir Pesisir (Rob) di Wilayah Pesisir Indonesia, tertanggal 29 November 2025.

Potensi terjadinya banjir rob bisa berbeda-beda waktunya, tergantung pada wilayahnya. Untuk lebih rinci, masyarakat bisa memantau informasi melalui rilis BMKG di tautan bawah ini:

Info BMKG Lokasi dan Waktu Potensi Banjir Rob Desember 2025

Baca juga artikel terkait FENOMENA LANGIT atau tulisan lainnya dari Dicky Setyawan

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Dicky Setyawan
Editor: Yantina Debora