Jack Ma 'Hilang' Usai Kritik Cina & Polemik Dinasti Bisnis Alibaba

Oleh: Zakki Amali - 6 Januari 2021
Dibaca Normal 2 menit
Miliarder Jack Ma 'hilang' dua bulan terakhir dari publik usai mengkritik sistem perbankan Cina bermental pegadaian.
tirto.id - Jack Ma, miliarder dan pendiri Alibaba Group berselisih dengan otoritas negara asalnya, Cina, terkait raksasa bisnis teknologi keuangan (fintech) 'Ant Group'.

Nama Jack Ma tidak asing bagi publik Indonesia karena pernah didaulat menjadi penasihat ekonomi untuk Presiden Joko Widodo. Namun, Jack Ma kini ini berhadapan dengan pemerintah Cina yang terkenal anti-kritik.

Ant Group adalah salah satu dinasti bisnis Jack Ma. Surat kabar Amerika Serikat, NYT menulis Ant Group jadi perusahaan terpisah dari Alibaba selama 10 tahun lalu, tapi Jack Ma masih jadi pemegang mayoritas saham meski secara formal tak lagi terlibat secara teknis. Jack Ma juga sudah pensiun dari Alibaba. Ant Group adalah pengembang Alipay—satu dari ribuan fintech di Cina—sebuah aplikasi daring untuk pembayaran, pinjaman online (pinjol), investasi dan asuransi, berperan penting untuk ekonomi Cina karena digunakan lebih dari 730 juta orang setiap bulan.

Ant Group mengumumkan initial public offering (IPO) atau penawaran saham umum. IPO yang direncanakan pada pekan pertama November 2020 seharusnya jadi yang terbesar dalam sejarah pasar saham dunia. Dengan nilai saham mencapai 34 miliar dolar AS, Ant Group bakal melantai di bursa Shanghai dan Hongkong.

Investor merespons kabar IPO Ant Group yang diajukan pada Agustus tahun lalu. Ketika harga saham sudah dipatok dan dipesan, setidaknya lima juta orang sudah mendaftar di bursa saham Shanghai. Peminat saham Ant Group tercatat 870 kali lipat dari jumlah yang ditawarkan, menurut The New York Times.

Tiba-tiba pada Senin 26 Oktober tahun lalu, Bursa Efek Shanghai menggagalkan IPO Ant Group. Kebijakan mengejutkan terjadi 48 jam menjelang tombol go public dipencet di Shanghai dan Hongkong. Seluruh dana yang disetor investor lalu dikembalikan dan IPO ditangguhkan tanpa batas waktu oleh Ant Group.

Kebijakan mengejutkan tersebut datang usai Jack Ma mengkritik sistem keuangan Cina di depan otoritas Beijing. Ia menekankan perlunya inovasi dalam sistem perbankan.

Jack Ma, pengusaha dengan kekayaan lebih dari 50 miliar dolar AS, blak-blakan bicara tentang “mentalitas perbankan Cina seperti pegadaian” di hadapan wakil presiden Cina, Wang Qishan dan gubernur bank sentral Cina, Yi Gang.


Menurut Jack Ma, sistem keuangan Cina membuat hanya pengusaha dengan agunan atau jaminan yang dapat pinjaman dari bank, sehingga mereka sangat tertekan untuk mempertahankan aset.

“Tidak mungkin mentalitas pegadaian mendukung kebutuhan dana pembangunan global selama 30 tahun ke depan. Kita harus memanfaatkan kemampuan teknologi kita saat ini dan membangun sistem kredit berdasarkan himpunan data dalam jumlah sangat besar (big data), untuk menghilangkan mentalitas pegadaian,” kata Jack Ma, dalam transkip pidato pada konferensi keuangan Bund Summit di Shanghai, 24 Oktober 2020.

Setelah pidato tersebut, Jack Ma dilaporkan ‘hilang’ dari publik. Bermula saat kompetisi bisnis para pengusaha Afrika memasuki babal finak pada November, Jack Ma—seharusnya jadi juri—tiba-tiba diganti dengan pejabat aktif Alibaba. Foto Jack Ma lalu dihapus dari daftar juri di situsweb acara dan tidak ditampilkan dalam video promosi. Menurut seorang juru bicara Alibaba, alasan penggantian Jack Ma dalam kuis berhadiah 1,5 juta dolar AS, karena Jack Ma punya jadwal lain, demikian tulis Financial Times.

Cina Selidiki Perusahaan Jack Ma

Usai pidato tersebut muncul penyelidikan sejak 24 Desember terhadap perusahaan yang didirikan oleh Jack Ma. Otoritas Beijing menyelidiki dugaan praktik monopoli di raksasa bisnis teknologi keuangan Alibaba.

Deputi gubernur bank sentral Cina, Pan Gongsheng menyebut Ant Group harus “meningkatkan tata kelola perusahaan dan secara ketat memperbaiki aktivitas keuangan seperti kredit ilegal, asuransi dan pengelolaan kekayaan sesuai dengan persyaratan pengawasan kehati-hatian”. Divisi Ant Group yang menawarkan layanan tersebut berjasa bagi pertumbuhan perusahaan secara masif dan paling menguntungkan, melansir The Guardian.

Ant Group juga dilarang melakukan monopoli dan harus segera membentuk perusahaan induk terpisah. Selain itu, bank sentral juga meminta Ant Group mematuhi hukum dengan melindungi privasi dan data pengguna saat meneliti pengajuan pinjaman.


Menghilangnya Jack Ma selama dua bulan terakhir dari publik menimbulkan spekulasi terkait rangkaian pidato dan IPO Ant Group—apakah hilang atau bersembunyi?—mengingat Beijing tak segan melibas miliarder yang mengkritik pemerintahan.

Pada Maret 2020, Ren Zhiqiang, taipan properti Cina semula dikabarkan menghilang. Ini terjadi usai Ren mengkritik penanganan Corona oleh Presiden Xi Jinping. Enam bulan kemudian, muncul kabar dia ditahan karena kasus korupsi. Pengadilan di Beijing menjatuhkan hukuman 18 tahun penjara untuk Ren.

Lalu, di mana Jack Ma sekarang? Seorang kolega Jack Ma berkebangsaan Inggris mengomentarinya.

"Saya pikir dia [Jack Ma] telah diberitahu untuk tetap diam dahulu [selama kasus berjalan]," kata Duncan Clark, chairman BDA Cina, sebuah firma konsultan bisnis teknologi berbasis di Beijing kepada Reuters, 4 Januari lalu, “Ini adalah situasi yang cukup unik, lebih terkait dengan eskalasi [kasus] Ant [Group] dan regulasi keuangan [Cina] yang sensitif,” ujarnya.

Baca juga artikel terkait JACK MA atau tulisan menarik lainnya Zakki Amali
(tirto.id - Bisnis)

Penulis: Zakki Amali
Editor: Rio Apinino
DarkLight