Menuju konten utama

Isi Teks Sambutan Menteri Agama pada Hari Guru Nasional atau HGN

Berikut ini contoh teks sambutan Menteri Agama di Hari Guru Nasional 2022 yang dapat dicontoh serta dikembangkan menjadi pidato atau ceramah HGN.

Isi Teks Sambutan Menteri Agama pada Hari Guru Nasional atau HGN
Logo Hari Guru 2023. foto/Dok. Kemdibud

tirto.id - Isi teks sambutan Menteri Agama mencakup ungkapan penghargaan terhadap peran guru dalam pembentukan generasi, serta isu-isu terkait pendidikan dan agama.

Masyarakat Indonesia akan kembali memperingati Hari Guru Nasional pada Sabtu, 25 November 2023 mendatang. Hari Guru Nasional merupakan peringatan untuk mengenang jasa-jasa para pendidik yang telah mencurahkan segenap pengetahuannya kepada generasi penerus bangsa.

Berbagai acara dapat dilakukan untuk meramaikan peringatan Hari Guru Nasional mulai pembacaan pidato, puisi, hingga pelaksanaan upacara bendera.

Dalam berbagai cara tersebut, dapat diselipkan sambutan yang berisi penyampaian beberapa pesan tentang kiprah seorang guru.

Sebelum melakukan sambutan, seseorang dapat berlatih terlebih dahulu sehingga dapat lancar sewaktu berbicara di depan banyak orang. Contoh teks sambutan yang tepat akan membantu Anda merangkai kalimat yang baik.

Teks Sambutan Menteri Agama pada Hari Guru Nasional

Berikut ini contoh teks sambutan Menteri Agama di Hari Guru Nasional 2022 yang dapat dicontoh serta dikembangkan:

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Salam sejahtera bagi kita semua,

Syalom,

Om Swastiastu,

Namo Buddhaya,

Wei De Dong Tian,

Salam kebajikan

Pagi ini, kita memperingati momentum Hari Guru Nasional tahun 2022 secara serentak di seluruh Indonesia. Pertama, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas jasa besar yang diberikan pada guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Terpujilah wahai engkau Ibu, Bapak Guru. Namamu akan selalu hidup hidup dalam sanubariku.

Kedua, kami menyampaikan permohonan maaf jika ikhtiar kami belum optimal dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para pahlawan tanpa tanda jasa. Benar bahwa Hari Guru Nasional adalah bentuk rekognisi. Namun, kami juga berkomitmen untuk terus berupaya agar para guru terus mendapat afirmasi.

Sebab, kita semua tahu bahwa guru adalah profesi mulia. Kata cerdik-cendikia, jika orang tua memberikan asupan nutrisi untuk jasadnya, maka guru yang memberikan gizi untuk ruh, spirit, dan jiwanya.

Dedikasi guru tiada batas. Bahkan, ketika pandemi Covid-19 melanda, guru dituntut tetap melaksanakan tugas. Amanat di pundak untuk terus “Berinovasi Mendidik Generasi”, sebagaimana tema Hari Guru Nasional tahun ini.

Dalam konteks itu, saya ingin menyampaikan beberapa pesan. pertama, terus menjadi pribadi pembelajar. Sebab, mengajar pun bagian dari belajar, Saat guru mengajar, pada hakikatnya dia juga sedang belajar.

Kedua, setelah dua tahun pandemi Covid-19, saat ini kita memasuki masa learning recovery, pemulihan proses pembelajaran. Ini mengkondisikan guru untuk terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi informasi.

Ketiga, terus perkuat Moderasi Beragama dan sukseskan Tahun Toleransi. Jadikan agama sebagai sumber inspirasi untuk memuliakan harkat kemanusiaan, meneguhkan komitmen kebangsaan, toleran, dan anti kekerasan. Hormati keragaman budaya lokal dan segala bentuk perbedaan.

Jauhi politisasi agama. Hindari perpecahan, terlebih dengan membawa-bawa ajaran agama. Hadirkan agama sebagai rahmat bagi semesta.

Keempat, Kementerian Agama berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru, Kementerian Agama memperjuangkan adanya skema baru, seperti penambahan kuota Pendidikan Profesi Guru (PPG), melalui jalur pembiayaan LPDP.

Alhamdulillah, tahun ini, ada penambahan signifikan, mencapai 11.200 kuota PPG, Kami berkomitmen agar jumlah ini terus bertambah di tahun mendatang.

Upaya peningkatan kompetensi kami lakukan juga dengan memberi beasiswa pendidikan, serta memberikan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi para guru.

Kementerian Agama telah bermitra dengan Bank Dunia dalam peningkatan kompetensi ini, melalui program Madrasah Reform (MEQR), dan target totalnya menjangkau lebih dari 300.000 Guru dan Tenaga Kependidikan di Indonesia.

Terkait peningkatan kesejahteraan, kami perjuangkan pemenuhan Tunjangan Profesi Guru (TPG). pemberian insentif guru, pengangkatan P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja), penataan dan pendistribusian guru, serta program strategis lainnya. Tentunya, pemenuhan tersebut harus juga dibarengi dengan aspek kualitas guru.

Demikian. Guru, engkau bagai pelita dalam kegelapan, engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan, engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa. Selamat Hari Guru Nasional.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Baca juga artikel terkait HARI GURU 2023 atau tulisan lainnya dari Syamsul Dwi Maarif

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Yulaika Ramadhani