Menuju konten utama

Ini Persiapan Jalin Atasi Lonjakan Transaksi Saat Lebaran

Perusahaan pengelola jaringan ATM terbesar, Jalin, telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk memastikan kepuasan nasabah selama Ramadhan & Idulfitri.

Ini Persiapan Jalin Atasi Lonjakan Transaksi Saat Lebaran
Dirut Jalin Ario Tejo. foto/Dok. Pers Rilis

tirto.id - Mayoritas masyarakat Indonesia masih memilih menggunakan uang kartal atau uang tunai dalam transaksi pembayaran sehari-hari. Oleh karena itu, pada momen Ramadhan dan Idufitri tahun ini, pemerintah memprediksi peningkatan kebutuhan uang tunai seiring dengan pemulihan ekonomi masyarakat.

Mempertimbangkan hal tersebut, Bank Indonesia (BI) menyiapkan uang tunai layak beredar hingga Rp197,6 triliun, naik 4,65 persen dibanding tahun sebelumnya.

Selaras dengan hal tersebut, PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) sebagai perusahaan pengelola integrasi jaringan ATM BUMN terbesar di Indonesia, juga menyampaikan analisa yang serupa.

Jalin memproyeksi adanya kenaikan transaksi hingga 25 persen di seluruh kanal pembayaran, termasuk ATM, debit, serta QRIS. Perusahaan telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menjamin kenyamanan dan kepuasan 45 anggotanya.

Perlu diketahui anggota yang menikmati layanan perusahaan termasuk bank BUMN, BUMD, hingga fintech.

“Jalin, sebagai penyedia infrastruktur sistem pembayaran terdepan telah mempersiapkan seluruh seluruh layanan operasional yang andal baik transaksi yang menggunakan layanan digital maupun optimasi layanan ATM Link untuk menopang lonjakan transaksi member kami di sektor perbankan maupun fintech,” ungkat Direktur Utama Jalin, Ario Tejo Bayu Aji, pada Senin (25/3/2024).

Beberapa langkah pencegahan yang disiapkan Jalin termasuk health check system dan posko RaFi (Ramadan dan Idulfitri).

Health check system dilakukan untuk memastikan infrastruktur dan kapasitas layanan dalam kondisi prima, sehingga siap menghadapi lonjakan transaksi selama libur Lebaran tahun ini. Tidak hanya itu, Posko Rafi juga disiapkan mulai 4-16 April untuk memantau 24/7 keseluruhan transaksi di jaringan anggota.

Jika terdapat keluhan dari nasabah atau masyarakat, para anggota dapat mengakses secara langsung sistem pemantauan jaringan pembayaran Jalin dan menyediakan solusi real time.

“Ini menunjukkan keseriusan kami dalam menjalankan operasional untuk memastikan kepuasan member kami,” ungkap Vice President Back Office & Business Operation Jalin, Opi Aji, pada Senin.

Sebagai informasi, perusahaan yang baru berdiri tahun 2016 ini, kini telah menjadi pemain kunci dalam hal penyediaan akses pembayaran dengan lebih dari 50.000 jaringan ATM melalui merek ATM Link.

Jalin didirikan melalui inisitif bersama Kementerian BUMN, Himbara (BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Pada tahun 2019, mayoritas saham Jalin (67 persen) dialihkan ke PT Danareksa (Persero).

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Tim Media Service

tirto.id - Flash news
Penulis: Tim Media Service
Editor: Dwi Ayuningtyas