Infrastruktur Bikin Impor Melonjak, JK Beri Penjelasan

Oleh: Hendra Friana - 22 Januari 2019
JK menilai proyek infrastruktur yang membuat impor lonjakan tak perlu dipersoalkan karena pembangunan infrastruktur harus digenjot agar memberikan multiplier effect bagi perekonomian.
tirto.id -
Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai bahwa proyek infrastruktur yang membuat impor Indonesia mengalami lonjakan cukup pesat pada 2018 tak perlu terlalu dipersoalkan.

Sebab pembangunan infrastruktur memang harus digenjot agar dapat memberikan multiplier effect bagi perekonomian. Selain itu, menurut JK juga jadi prasyarat yang harus dipenuhi jika Indonesia ingin jadi negara maju.

"Begitu krisis, solusinya membangun infrastruktur lagi agar terjadi multiplier effect. Amerika juga begitu. Begitu dia melemah ekonominya maka yang dibangun adalah infrastruktur, China bangun kota baru malah," tuturnya di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Selasa (22/1/2019).

Terlebih, kata JK, saat ini pembangunan infrastruktur di Indonesia masih tertinggal cukup jauh dengan negara-negara lain di Asia. Hal ini cukup memprihatinkan terutama karena persentase anggaran untuk pembangunan terus menyusut.

JK menambahkan, misalnya anggaran pembangunan pada 1980-an mencapai 55 persen dari Anggaran Pendapat dan Belanja Negara (APBN).

Sementara saat ini, yang dialokasikan pemerintah hanya berada di kisaran 20 persen dari APBN. "Semua negara juga memperbaiki pembangunan infrastrukturnya. Kita di antara negara-negara Asia ini termasuk agak terlambat," ucapnya.

Meski demikian, ia menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur harus tepat guna dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.

Pembangunan jalan tol, misalnya harus dibangun oleh pemerintah di daerah tertentu khususnya di Jawa. Sebab, tanpa jalan tol, maka urusan logistik akan mengalami masalah atau terjadi kelambatan.

Lantaran itu lah, ia merasa perlu untuk mengkritik pembangunan proyek kereta api Sulawesi Selatan yang bakal diperpanjang hingga Manado. Menurut JK, pembangunan proyek tersebut tidak memperhitungkan faktor permintaan serta kebutuhan penumpang.

"Siapa yang mau naik? Barang apa yang mau diangkut dari selatan ke utara. utara ke selatan?," imbuh wakil presiden yang sebelumnya pernah menjabat di era presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.


Baca juga artikel terkait PROYEK INFRASTRUKTUR atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Nur Hidayah Perwitasari