Info Merapi Hari Ini: 30 Kali Gempa Guguran dan Status Masih Siaga

Oleh: Alexander Haryanto - 22 November 2021
Dibaca Normal 1 menit
Kondisi Gunung Merapi hari ini mengalami 30 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-50 mm dan lama gempa 24.5-147.8 detik.
tirto.id - Berita Gunung Merapi hari ini, Senin, 22 November 2021, berdasarkan pengamatan pukul 12.00-18.00 WIB, mengalami 30 kali gempa guguran dan 2 kali gempa hembusan.

Menurut laporan laman magma.esdm.go.id, status gunung api yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu masih berstatus Siaga Level 3.

Sedangkan potensi bahaya saat ini adalah guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.


Aktivitas Gunung Merapi

Gunung Api Merapi terletak di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl.

Pengamatan Visual

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-I. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah barat.

Klimatologi

Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah barat. Suhu udara sekitar 19-24°C. Kelembaban 75-90 persen. Tekanan udara 567-759 mmHg.

Pengamatan Kegempaan

  • 30 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-50 mm dan lama gempa 24.5-147.8 detik.
  • 2 kali gempa hembusan dengan amplitudo 4-5 mm, dan lama gempa 21.3-25.1 detik.


Rekomendasi

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.

4. Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

5. Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Penyelia: Iswara N Raditya
DarkLight