Info Merapi Hari Ini: 26 Kali Gempa Guguran, Status Masih Siaga

Penulis: Alexander Haryanto - 18 Nov 2021 14:57 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Gunung Merapi hari ini mengalami 26 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-15 mm dan lama gempa 21.4-130.8 detik.
tirto.id - Situasi Gunung Merapi hari ini, Kamis, 18 November 2021 berdasarkan pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB, mengalami 26 kali gempa guguran, 5 kali gempa hembusan, 4 kali gempa hybrid/fase banyak.

Menurut laporan laman magma.esdm.go.id, kondisi gunung api yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu masih berstatus Siaga Level III.

Sedangkan untuk potensi bahaya saat ini, berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.


Aktivitas Gunung Merapi

Gunung Api Merapi terletak di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl.

Pengamatan Visual

Gunung api tertutup kabut 0-II hingga tertutup kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah timur.

Klimatologi

Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah timur. Suhu udara sekitar 20-24°C. Kelembaban 79-92%. Tekanan udara 654.75-759.75 mmHg.

Pengamatan Kegempaan

  • 26 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-15 mm dan lama gempa 21.4-130.8 detik.
  • 5 kali gempa hembusan dengan amplitudo 2-4 mm, dan lama gempa 11.2-19.7 detik.
  • 4 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2-3 mm, S-P 0.5-0.7 detik dan lama gempa 7.9-10 detik.

Rekomendasi

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.

4. Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

5. Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight