Menuju konten utama

Info Gunung Semeru Hari Ini 8 Mei 2023: 22 Kali Gempa Erupsi

Berikut info Gunung Semeru hari ini, Senin, 8 Mei 2023 mengalami 22 kali gempa erupsi.

Info Gunung Semeru Hari Ini 8 Mei 2023: 22 Kali Gempa Erupsi
Lava pijar Gunung Semeru terlihat dari Desa Supiturang, Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Senin (5/12/2022). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/nym.

tirto.id - Aktivitas Gunung Semeru pada hari ini, Senin, 8 Mei 2023 berdasarkan waktu pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB telah mengalami 22 kali gempa letusan atau erupsi.

Pada hari Minggu (7/5/2023) kemarin, Gunung Semeru dilaporkan mengalami erupsi dan mengeluarkan letusan asap dengan tinggi antara 500-600 meter.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto mengatakan, letusan asap tersebut terjadi sebanyak 2 kali.

Pada hari itu, kat Liswanto, Semeru mengalami 17 kali letusan dengan amplitudo 12-22 mm, durasi 70-120 detik dan satu kali embusan. Namun, status Gunung Semeru masih tetap ada di level 3 atau siaga.

Petugas mengimbau supaya tidak beraktivitas dalam jarak 13 km dari puncak gunung dan 500 meter di kanan-kiri sempadan sungai sampai 17 km sepanjang jalur lahar karena berpotensi meluasnya guguran awan panas.

Berikut ini aktivitas Gunung Semeru hari ini, Senin, 8 Mei 2023 berdasarkan waktu pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB.

Info Terkini Gunung Semeru

Gunung api Semeru terletak di Kab/Kota Lumajang, Malang, Jawa Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.108°LU, Longitude 112.92°BT dan memiliki ketinggian 3676 mdpl.

Pengamatan Visual

Gunung api terlihat jelas. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah utara.

Klimatologi

Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah utara. Suhu udara sekitar 22-23°C.

Pengamatan Kegempaan

  • 22 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 11-22 mm, dan lama gempa 60-130 detik
  • 1 kali gempa guguran dengan amplitudo 8 mm dan lama gempa 75 detik
  • 1 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 18 mm, S-P 45 detik dan lama gempa 110 detik
Rekomendasi
  • Masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
  • Masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
  • Masyarakat tetap waspada terhadap potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Baca juga artikel terkait AKTUAL DAN TREN atau tulisan lainnya dari Tifa Fauziah

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Tifa Fauziah
Penulis: Tifa Fauziah
Editor: Alexander Haryanto