Menuju konten utama

Info Gunung Merapi Hari Ini 25 Juli 2022: 15 Kali Gempa Guguran

Gunung Merapi mengalami 15 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-29 mm dan lama gempa 18.6-114 detik.

Info Gunung Merapi Hari Ini 25 Juli 2022: 15 Kali Gempa Guguran
Gunung Merapi yang mengeluarkan lava pijar terlihat dari dari kawasan Tunggularum, Turi, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (2/2/2022). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/aww.

tirto.id - Situasi Gunung Merapi hari ini, Senin, 25 Juli 2022 berdasarkan periode pengamatan pukul 12.00-18.00 WIB mengalami 15 kali gempa guguran dan 1 kali gempa tektonik jauh.

Seperti dilaporkan laman resmi magma.esdm.go.id, status gunung api yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih dinyatakan Siaga Level III.

Namun demikian, apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

Aktivitas Gunung Merapi

Gunung Api Merapi terletak di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl.

Pengamatan Visual

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 50-75 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah barat.

Klimatologi

Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah barat. Suhu udara sekitar 17.4-21°C. Kelembaban 54-83%. Tekanan udara 652-687 mmHg.

Pengamatan Kegempaan

  • 15 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-29 mm dan lama gempa 18.6-114 detik.
  • 1 kali gempa tektonik Jauh dengan amplitudo 4 mm, S-P 26.2 detik dan lama gempa 89.9 detik.

Rekomendasi

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.

4. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI atau tulisan lainnya dari Alexander Haryanto

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya