Info Gunung Merapi Hari Ini 20 Juli 2022: 7 Kali Gempa Guguran

Penulis: Alexander Haryanto, tirto.id - 20 Jul 2022 17:16 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Gunung Merapi mengalami 7 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-6 mm dan lama gempa 50.9-124.7 detik.
tirto.id - Berita Gunung Merapi hari ini, Rabu, 20 Juli 2022 berdasarkan periode pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB mengalami 7 kali gempa guguran, 1 kali gempa hembusan, 2 kali gempa hybrid/fase banyak dan 1 kali gempa tektonik.

Sampai saat ini, status gunung api yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini masih dinyatakan Siaga Level III. Hal itu dilaporkan laman resmi magma.esdm.go.id.

Masyarakat masih diminta untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.


Aktivitas Gunung Merapi

Gunung Api Merapi terletak di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl

Pengamatan Visual

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 20-50 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah barat.

Klimatologi

Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah barat. Suhu udara sekitar 21-25°C. Kelembaban 48-86.5%. Tekanan udara 836.4-956 mmHg.

Pengamatan Kegempaan

  • 7 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-6 mm dan lama gempa 50.9-124.7 detik.
  • 1 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3 mm, dan lama gempa 14.1 detik.
  • 2 kali gempa hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 4-7 mm, S-P 0.4-0.5 detik dan lama gempa 6.4-6.8 detik.
  • 1 kali gempa tektonik Jauh dengan amplitudo 12 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 161.8 detik.

Rekomendasi

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.

4. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight