Menuju konten utama

Indeks Manufaktur Indonesia Membaik, Menperin: Iklim Usaha Kondusif

Kementerian Perindustrian optimistis industri manufaktur nasional mampu bangkit pada tahun 2019 dan tumbuh 5,4 persen.

Indeks Manufaktur Indonesia Membaik, Menperin: Iklim Usaha Kondusif
Penjaga stan menghidupkan mesin pengemasan produk otomatis pada Pameran Teknologi Manufaktur di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (18/10/2018). ANTARA FOTO/R. Rekotomo/aww.

tirto.id - Industri manufaktur di Indonesia siap berekspansi untuk memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor. Berdasar laporan Nikkei, indeks manajer pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) Indonesia berada di level 51,2 pada Desember 2018, atau naik dari 50,4 di bulan sebelumnya.

Purchasing Managers Index merupakan hasil survei bulanan yang menggunakan data respons para manajer di bidang pembelian dari 300 perusahaan manufaktur berbagai sektor, di antaranya industri logam dasar. Angka indeks di atas 50 menunjukkan peningkatan, sedangkan di bawah 50 mengindikasikan penurunan.

"Artinya, dari capaian tersebut, para investor di sektor industri melihat bahwa Indonesia telah mampu mengelola ekonomi melalui norma baru. Ini sejalan dengan tekad pemerintah menciptakan iklim usaha yang semakin kondusif," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Kamis (3/1/2019) dalam siaran tertulisnya.

Capaian ini merupakan yang pertama kalinya setelah menurun dalam 3 bulan berturut-turut sejak September 2018. Menurut Airlangga, hal ini didorong oleh adanya lonjakan permintaan domestik dan pertumbuhan lapangan kerja.

Di level Asia Tenggara, geliat industri manufaktur di Indonesia lebih baik dari Thailand, Malaysia dan Singapura. Sementara itu, Purchasing Managers Index manufaktur Asean terpantau berada di posisi 50,3 pada Desember 2018, melambat dibanding capaian bulan sebelumnya, yakni 50,4.

Kementerian Perindustrian memproyeksikan pertumbuhan industri manufaktur mencapai 5,4 persen di tahun 2019. Subsektor yang diperkirakan tumbuh tinggi, ialah industri makanan dan minuman, industri permesinan, industri tekstil dan pakaian jadi, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki, serta industri barang logam, komputer dan barang elektronika.

Investasi di industri manufaktur pun diyakini dapat meningkat tahun ini. Sebab, kata Airlangga, pemerintah telah merilis aturan terkait dengan tax holiday yang mencakup lebih banyak sektor.

Selain itu, kepastian untuk mendapatkan insentif tersebut juga lebih jelas dengan adanya online single submission (OSS).

"Artinya, investor tidak perlu lagi menunggu, bahwa kondisi ekonomi dan politik Indonesia dinilai stabil. Nah, ini kesempatan Indonesia untuk terus memacu investasi, ekspor, dan pengoptimalan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di sektor industri," ujar Airlangga.

Baca juga artikel terkait INDUSTRI MANUFAKTUR atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Addi M Idhom