Menuju konten utama

Imunisasi Bukan Hanya untuk Daerah Tertinggal

Imunisasi Nasional Campak dan Rubella yang dilaksanakan pemerintah sebaiknya bukan hanya diprioritaskan di daerah tertinggal terdepan dan terluar atau 3T

Imunisasi Bukan Hanya untuk Daerah Tertinggal
Bupati Tulungagung Sahri Mulyo menyaksikan proses vaksinasi campak dan rubella kepada siswa SMPN 1 Tulungagung, di Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (1/8). ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

tirto.id - Kegiatan Imunisasi Nasional Campak dan Rubella yang dilaksanakan pemerintah sebaiknya bukan hanya diprioritaskan di daerah tertinggal terdepan dan terluar atau 3T, melainkan juga bagi warga miskin yang ada di perkotaan.

"Tujuannya diadakannya imunisasi tersebutuntuk mencegah penyakit yang akan menyerang anak masih kecil, serta ibu sedang lagi hamil," kata Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) dr H Delyuzar Sp.PA (K) di Medan, Sabtu (12/8/2017), dilansir Antara.

Selain itu, menurut dia, melalui program imunisasi tersebut, rakyat Indonesia akan terbebas dari penyakit yang selama ini sangat ditakuti oleh masyarakat.

Apalagi, rubella umumnya menyerang anak-anak dan remaja, hal tersebut harus dapat dicegah sehingga tidak berkembang luas di masyarakat.

"Di Indonesia sendiri, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) bahwa terdapat lebih dari 400 kasus rubella yang tercatat pada tahun 2011," ujar Delyuzar Ia menyebutkan, program imunisasi yang dilaksanakan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan itu, harus didukung oleh masyarakat sehingga program untuk menyelamatkan warga dari campak dan rubella berjalan sukses, aman, dan tidak mengalami kendala.

"Masyarakat juga diharapkan perlu membantu sosialisasi mengenai kegiatan imunisasi yang dilaksanakan di daerah pedesaan, pinggiran dan pegunungan yang selama ini sulit terjangkau tim imunisasi," katanya.

Delyuzar mengatakan, pemerintah pusat cukup besar mengeluarkan biaya untuk kegiatan imunisasi itu sehingga harus berhasil menyelamatkan warga dari penyakit campak dan rubella.

Pemerintah juga berharap agar warga dapat terbebas dari penyakit rubella, karena virus tersebut dengan mudah menyebar melalui butiran liur di udara yang dikeluarkan penderita melalui batuk.

"Kemudian, melalui makanan dan minuman dalam piring atau gelas yang sama dengan penderita juga dapat menularkan virus rubella," katanya.

Ia menjelaskan, sindrom rubella kongenital dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi, seperti tuli, katarak, penyakit jantung, kerusakan otak, organ hati, dan paru-paru.

Anak-anak yang sudah pernah mendapatkan imunisasi suntikan polio, juga tidak perlu merasa takut jika diberikan lagi imunisasi campak dan rubella. Hal tersebut, tidak akan berbahaya bagi kesehatan dan tetap aman.

"Kementerian Kesehatan juga menjamin bahwa penggunaan imunisasi campak dan rubella tidak ada masalah," katanya.

Baca juga artikel terkait VAKSINASI atau tulisan lainnya dari Yulaika Ramadhani

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Yulaika Ramadhani
Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Yulaika Ramadhani