Konflik Internal Partai Golkar

Ical Ingin Golkar Tetap Kritis ke Pemerintah demi Pilpres 2024

Oleh: Felix Nathaniel - 4 Juli 2019
Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie menulis arahan kepada Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto meminta agar Partai Golkar tidak boleh terlena dan bergantung pada kekuasaan.
tirto.id - Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie menulis arahan kepada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto tertanggal 25 Juni 2019. Isinya adalah Dewan Pembina ingin mengembalikan kejayaan Partai Golkar pada 2024 mendatang.

Sekarang ini, Partai Golkar memang berada di dalam kekuasaan dengan mengusung pemenang Pilpres 2019, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Namun, keduanya bukan kader Partai Golkar.

"Munas 2019 hendaknya merupakan KEMANDIRIAN dan KEJAYAAN Partai GOLKAR 2024," tulis Ical di suratnya dengan detail huruf kapital seperti tertulis, Kamis (4/7/2019).

Ical juga menegaskan bahwa Partai Golkar tidak boleh terlena dan bergantung pada kekuasaan. Mereka harus tetap kritis pada kebijakan yang dibuat.

"PG hendaknya menghindari ketergantungan pada kekuasaan. Dengan demikian PG dapat mendudukkan diri sebagai partai yang disegani kawan dan dihormati lawan serta mengakar dan mempunyai konstituen yang loyal di masyarakat dan mengakar," katanya lagi.

Ical kemudian menyatakan bahwa persaingan Ketua Umum PG di Munas 2019 nanti bersifat terbuka. Siapa pun boleh menjadi Ketua Umum asal memang mempunyai pandangan yang bisa membuat Golkar berjaya di Pilpres 2024.

"Oleh karena itu, Wanbin PG berpendapat bahwa MUNAS 2019 terbuka bagi setiap Kader PG yang memenuhi syarat dan ketentuan untuk maju menjadi Calon Ketua Umum PG agar terjadi persaingan sehat, terbuka dan demokratis. Sehingga diharapkan Munas 2019 dapat menjadi ajang kompetisi ide dan gagasan bagi para calon ketua umum dalam mengemban tugas 2019-2024 untuk mengembalikan Kemandirian dan Kejayaan PG," tulis Ical.

Ketua DPR Bambang Soesatyo menyebarkan surat arahan dari Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie. Isi surat tersebut salah satunya meminta ada evaluasi terhadap hasil kepemimpinan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Dalam surat yang bertanggal 25 Juni 2019 itu, Aburizal yang kerap dipanggil Ical menyatakan hasil pemilu legislatif yang tidak sesuai target menjadi dasar evaluasi seluruh DPP Partai Golkar nantinya.



Baca juga artikel terkait PARTAI GOLKAR atau tulisan menarik lainnya Felix Nathaniel
(tirto.id - Politik)

Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Maya Saputri
DarkLight