Hari Sumpah Pemuda dan Kisah Lirik Lagu Bangun Pemudi Pemuda

Oleh: Alexander Haryanto - 26 Oktober 2020
Dibaca Normal 1 menit
Lirik lagu "Bangun Pemudi Pemuda" diciptakan Alfred Simajuntak untuk membakar semangat merebut kemerdekaan dari Jepang.
tirto.id - Lagu "Bangun Pemudi Pemuda" sering kali bergema dalam Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober. Penciptannya adalah Alfred Simanjuntak, ia seorang komposer yang sangat identik dengan lagu-lagu patriotis.

Lagu "Bangun Pemudi Pemuda" diciptakan Alfred dalam usia yang masih saat muda, tepatnya 23 tahun. Pada tahun 1943, Indonesia masih dijajah Jepang. Penjajahan itu turut menggerakkan Alfred untuk menulis lagu patriotis demi membakar semangat pemuda dalam merebut kemerdekaan.

Alfred memang tidak menciptakan lagu tersebut dalam waktu yang berdekatan dengan Kongres Pemuda II--cikal bakal Hari Sumpah Pemuda--yang digelar pada 28 Oktober 1928. Tetapi, lirik lagu ini turut menggugah semangat kaum muda, sebagai alhi waris dari penerus bangsa.

Penggagas Kongres Pemuda II ini adalah Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI), organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Hindia Belanda. Hari Sumpah Pemuda ini menciptakan slogan "Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa", yaitu Indonesia.

Salah satu pelaku sejarah Sumpah Pemuda yang paling terkenal adalah Muhammad Yamin, saat itu ia menjadi sekretaris dan penyusun ikrar Sumpah Pemuda . Selain Yamin, ada panitia penting Kongres Pemuda II, misalnya Soegondo Djojopuspito yang menjabat ketua panitia.

Selain itu, ada Amir dari Jong Batak Bond, juga Djoko Marsaid sebagai Wakil Ketua. Ada pula Djohan Mohammad Tjai sebagai Pembantu 1 dan Kotjosungkono dari Pemuda Indonesia Pembantu II. R.C.L. Senduk dari Jong Celebes menjadi Pembantu III, Johannes Leimena dari Jong Ambon sebagai Pembantu IV, dan Rohyani dari Pemuda Kaoem Betawi sebagai Pembantu V.


Sejarah Terciptanya Bangun Pemudi Pemuda


Kepada Tempo, Alfred mengaku mendapat inspirasi saat ia masih di kamar mandi. Nada dan lirik lagu perjuangan itu tiba-tiba terngiang di kepalanya Cepat-cepat Alfred keluar dari kamar mandi, kemudian menuliskan not angka di selembar kertas supaya tidak lupa.

Tak butuh waktu lama bagi Alfred untuk menyelesaikannya. Keesokan harinya, lagu yang kini seakan-akan wajib dibawakan saat upacara Hari Kemerdekaan 17 Agustus itu sudah rampung.

Karena khawatir lagu pengobar semangat pemuda ini terendus polisi militer Jepang, secara diam-diam ia mengajarkan lagu itu ke murid sekolah menengah tempatnya bekerja, yaitu Sekolah Rakyat Sempurna Indonesia di Semarang.

Menurut Wildan Bayudi dalam buku Lagu Wajib Nasional, sekolah ini didirikan sejumlah tokoh nasionalis seperti Bahder Djohan, Wongsonegoro, dan Parada Harahap.

Saat Jepang kalah dalam pertempuran lima hari, seperti diungkap Alfred dalam wawancara bersama Majalah Dia, ia mendapat telepon dari orang yang mengaku intel Jepang dan memberi selamat karena dia masih hidup. Sebab, namanya masuk dalam daftar buronan Kempeitai Jepang. Semua itu karena isi lirik lagu "Bangun Pemudi Pemuda" yang dinilai mampu membakar semangat pemuda.

Di zaman pendudukan Jepang, Kempeitai sangat ditakuti. Apabila bila mereka mencurigai Anda sebagai orang berbahaya, maka bersiaplah ditangkap, disiksa, atau dihukum mati. Kempeitai adalah unit militer yang bertindak sebagai polisi rahasia sekaligus polisi militer. Tentu saja bukan hal yang biasa bila nama Alfred masuk dalam daftar buronan Kempeitai.


Lirik Lagu Bangun Pemudi Pemuda:


Bangun pemudi pemuda Indonesia
Tangan bajumu singsingkan untuk negara
Masa yang akan datang kewajibanmu lah
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa

Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlas
Tak usah banyak bicara trus kerja keras
Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih
Bertingkah laku halus hai putra negeri
Bertingkah laku halus hai putra negeri


Baca juga artikel terkait LAGU BANGUN PEMUDI PEMUDA atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Musik)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight