Harga Premium Naik Jadi Rp7.000, Pertalite Tetap

Oleh: Damianus Andreas - 10 Oktober 2018
Harga baru Premium mulai berlaku pada 10 Oktober 2018 pukul 18.00 WIB.
tirto.id - Menteri ESDM Ignasius Jonan mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium. Per 10 Oktober 2018 pukul 18.00 WIB, harga Premium mengalami kenaikan sekitar 7 persen.

Untuk wilayah Jamali (Jawa, Madura, Bali), harga Premium naik dari Rp6.550 per liter menjadi Rp7.000 per liter. Sedangkan untuk di luar Jamali dari Rp6.450 per liter menjadi Rp6.900 per liter.

“Sesuai arahan Bapak Presiden bahwa Premium mulai hari ini, paling cepat pukul 18.00 WIB, disesuaikan harganya,” kata Jonan di Sofitel Hotel Nusa Dua, Bali pada Rabu (10/10/2018).

Menurut Jonan, pertimbangan kenaikan harga Premium karena dipengaruhi harga minyak global. Selain itu, Jonan juga mengklaim pemerintah terus mengevaluasi harga BBM jenis Premium setiap tiga bulan sekali.

“Kalau kita lihat kenaikan harga minyak mentah Brent dari awal tahun sampai sekarang, kira-kira 30 persen. Lalu kalau ICP, naiknya hampir 25 persen,” ungkap Jonan.

Selain harga Premium, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM non-subsidi di SPBU mulai hari ini Rabu (10/10/2018). Penyesuaian harga BBM non-subsidi ini berlaku di seluruh Indonesia mulai pukul 11.00 WIB.

Kenaikan harga BBM non-subsidi khususnya pada jenis Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar Non PSO kecuali Pertalite.

Khusus untuk daerah yang terkena bencana alam di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah sementara ini harga tidak naik, menurut Pertamina. Hingga saat ini, harga Pertamax di NTB Rp9.500 dan Sulawesi Tengah Rp9.700.

Penyesuaian harga BBM non-subsidi jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Biosolar Non PSO merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik. Saat ini harga minyak dunia rata-rata menembus 80 dolar AS per barel.


Baca juga artikel terkait KENAIKAN HARGA BBM atau tulisan menarik lainnya Damianus Andreas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Damianus Andreas
Penulis: Damianus Andreas
Editor: Dipna Videlia Putsanra