Harga Gula Pasir Naik, Izin Impor Bulog Sempat Terhambat Birokrasi

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 9 April 2020
Dibaca Normal 1 menit
Hambatan birokrasi dialami Bulog dalam memperoleh izin impor gula pasir.
tirto.id - Direktur Utama Bulog Budi Waseso akrab disapa Buwas mengeluhkan sulitnya mengimpor gula pasir untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Bulog, katanya, sudah berupaya mengajukan izin impor sejak November 2019 karena menurut prediksi pasokan gula akan seret pada awal 2020. Namun izin itu tak kunjung terbit hingga 4 bulan kemudian.

Menurut Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga gula sudah melonjak hingga rata-rata mencapai Rp18.500 per kg selama sepekan terakhir melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp12.500 per kg.

“Ini baru bisa direalisasikan akhir Maret 2020 baru teralisasikan karena begitu sulit birokrasi yang kami tempuh, sehingga tidak bisa menggiling gula,” ucap Buwas dalam rapat dengar pendapat (RDP) virtual bersama Komisi IV DPR RI, Kamis (9/4/2020).

Menurut Buwas hambatan ini bersifat birokratis. Ia mengeluhkan adanya hambatan prosedur dan kesulitan mengaksesnya.

Tidak hanya pada November 2019. Kejadian ini kata Buwas terulang pada Februari 2020. Waktu itu kelangkaan gula pasir di pasaran, menurutnya, sudah semakin kelihatan tetapi tetap saja izin masih sulit. Alhasil ia bilang kenaikan harga gula pasir menjadi tak terelakan.

“Ini dampak dari masalahnya gula. Perlu kami sampaikan kami sedikit memaksa pada Maret 2020 akhir agar kami bisa impor gula,” ucap Buwas.

Belum lagi, katanya, ada hambatan importasi seperti ini tidak bisa dilakukan dengan inisiatif. Pasalnya perlu penugasan khusus dari rapat koordinasi terbatas yang biasa dilakukan di Kemenko Perekonomian.

Menurutnya, keputusan Bulog untuk meminta impor bukan tanpa dasar. Buwas mengatakan Bulog telah berhitung dengan mempertimbangkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, sampai Badan Intelijen Negara (BIN) serta kepolisian.

Ia bilang izin impor gula sudah terbit Maret 2020 lalu. Namun, menurutnya tetap terlambat karena saat ini dunia sedang kesusahan karena pandemi Corona dan sejumlah negara melakukan lockdown. Kini, kuota impor gula pasir putih yang diterima Bulog sebanyak 100.000 ton.

“Baru kemarin malam [8 April] izin impor 50 ribu ton gula kami baru turun. Situasi dan kondisi sekarang untuk impor pun tidak mudah karena semua produsen gula sudah mulai melaksanakan lockdown dan kapal-kapal pengangkut berhenti,” ucap Buwas.



Baca juga artikel terkait IMPOR GULA atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Zakki Amali
DarkLight