Menuju konten utama

Harga Beras Terus Meroket, Bagaimana Dampaknya ke Inflasi?

Bank Indonesia mencatat kenaikan harga beras berdampak pada inflasi di Tanah Air.

Harga Beras Terus Meroket, Bagaimana Dampaknya ke Inflasi?
Pedagang menata beras jenis medium yang dijual di Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (26/9/2023). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/hp.

tirto.id - Bank Indonesia, menuturkan harga beras saat ini terus meroket. Hal tersebut terlihat berdasarkan hasil survei yang dilakukan BI, harga beras naik di beberapa daerah seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Kalimantan Tengah.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S Budiman, membeberkan, harga beras di NTB tembus Rp12.946 per kilogram dan Kalimantan Tengah harga beras Rp18.800 per kilogram. Dia menjelaskan dampak dari kenaikan harga beras ke inflasi Tanah Air. Aida menuturkan, pada Januari kontribusi beras terhadap inflasi berada di angka 0,64% sehingga volatile food naik menjadi 7,27 persen.

"Saya sampaikan tiga hal, tadi masalah beras bagaimana, apa berdampak pada inflasi? Pada bulan Januari kemarin inflasi berdampak 0,64 persen secara month to month, ini dia bobotnya sekarang 3,43 [persen] sekarang kalau pakai SPH 2022 di survei biaya hidup 2022, sehingga kenapa salah satu penyebabnya volatile food kita mencapai inflasinya 7,27 persen," kata Aida dalam konferensi pers Pengumuman Hasil RDG Februari 2024, Jakarta, Rabu (21/2/2024).

Aida menjelaskan, penyebab harga beras mahal karena adanya El Nino.Kemudian, muncul musim hujan di Tanah Air baru mencapai persentase 70 persen.

"Nah saat sekarang ini sudah ada musim hujan yang masuk ke Indonesia tapi baru 70 persen,di compare dengan kalau kita tahun lalu di Januari itu sudah 77 persen. Akibatnya tentunya ada pergeseran periode tanam beras," ungkap Aida.

Sementara itu, BI juga melakukan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) untuk menahan laju harga beras semakin melambung tinggi. Gerakan tersebut diketuai oleh Deputi Gubernur BI, Doni Primanto Joewono. Sementara itu, BI juga menjajaki kerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Kementerian Dalam Negeri untuk menghadapi ketersediaan pasokan beras menjelang Ramadan.

“Tadi GNPIP ini sekarang komandonya Pak Doni, Pak Doni akan melakukan di seluruh kantor perwakilan kami di daerah memastikan keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelanjutan distribusi sama komunikasinya,” kata Aida.

Baca juga artikel terkait HARGA BERAS NAIK atau tulisan lainnya dari Faesal Mubarok

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Faesal Mubarok
Penulis: Faesal Mubarok
Editor: Intan Umbari Prihatin