Menuju konten utama

Harga Baterai Sepeda Listrik Terbaru, Jenis, & Kelebihannya

Simak informasi seputar harga baterai sepeda listrik, termasuk jenisnya, penyebab baterai soak dan kapan harus diganti, dan tips memilih baterai yang tepat.

Harga Baterai Sepeda Listrik Terbaru, Jenis, & Kelebihannya
ilustrasi sepeda listrik. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sepeda listrik tak mau jalan gara-gara baterai bermasalah? Baterai sepeda listrik yang mulai soak tentunya wajib diganti agar performa kendaraan bisa seperti baru lagi. Sebelum beli, ketahui dulu jenis-jenisnya dan harga baterai sepeda listrik di pasaran agar tak salah pilih.

Baterai memang sangat penting bagi sepeda listrik karena berperan sebagai sumber energi. Energi listrik yang tersimpan di dalam baterai berguna untuk menggerakkan motor yang nantinya menghasilkan tenaga untuk memutar roda sepeda.

Baterai sepeda listrik berapa volt? Sepeda listrik biasanya menggunakan baterai 36V atau 48V, sementara kapasitasnya rata-rata ada di kisaran 12–20 Ah, tapi juga bisa lebih rendah atau lebih tinggi tergantung jenis dan model sepeda.

Semakin besar kapasitas baterai, semakin banyak energi yang dapat disimpan sehingga jarak tempuhnya juga bisa lebih jauh. Itulah kenapa baterai menjadi elemen penting yang wajib dipertimbangkan saat membeli sepeda listrik.

Kapan Baterai Sepeda Listrik Perlu Diganti?

Sepeda Listrik

Ilustrasi sepeda listrik. foto/shutterstock

Baterai sepeda listrik tidak dapat digunakan selamanya karena kapasitas dan performanya bisa menurun seiring usia serta siklus pemakaian. Beberapa tanda yang dapat menunjukkan baterai mulai soak dan perlu diganti antara lain:

  • Jarak tempuh semakin pendek meskipun sudah terisi penuh.
  • Daya baterai lebih cepat habis.
  • Waktu pengisian berubah drastis atau menjadi tidak normal
  • Tenaga atau performa sepeda menurun ketika digunakan.
  • Terjadi perubahan fisik baterai, misalnya menggembung atau ada kerusakan.
Performa baterai bisa menurun karena disebabkan oleh beberapa faktor. Menurut studi Review of Aging Mechanism and Diagnostic Methods for Lithium-Ion Batteries, kerusakan baterai lithium-ion bisa terjadi akibat perubahan di dalam sel baterai.

Penyebabnya bisa karena adanya degradasi termal (suhu terlalu panas/dingin), efek overcharging atau pengisian berlebih, serta deep discharge (baterai digunakan sampai habis total).

Tanpa faktor eksternal pun, baterai sepeda listrik bisa melemah akibat faktor usia atau siklus pengisian dan pemakaian yang berulang. Seiring waktu, kemampuan baterai dalam menyimpan dan menyalurkan energi dapat menurun sehingga kapasitas efektifnya berkurang.

Jenis Baterai Sepeda Listrik

 ilustrasi sepeda listrik

ilustrasi sepeda listrik. foto/istockphoto

Harga baterai sepeda listrik bisa dipengaruhi oleh jenisnya. Sementara itu, setiap jenis baterai memiliki karakteristik, kelebihan, dan kekurangan yang berbeda. Berikut beberapa jenis baterai sepeda listrik berdasarkan material atau bahan kimianya menurut laman United Bike:

1. Baterai Lithium-Ion (Li-Ion)

Baterai lithium-ion termasuk jenis baterai yang banyak digunakan pada sepeda listrik. Salah satu keunggulannya adalah kepadatan energi yang tinggi sehingga mampu menyimpan lebih banyak energi dalam ukuran yang relatif kecil.

Jadi, sepeda listrik bisa memiliki jarak tempuh yang jauh tanpa harus menggunakan baterai yang terlalu besar atau berat. Baterai Li-Ion juga memiliki siklus pengisian yang cukup panjang, yakni sekitar 500–1.000 siklus sebelum kapasitasnya menurun secara signifikan.

2. Baterai Lithium Iron Phosphate (LiFePO4)

LiFePO4 merupakan salah satu varian baterai lithiumyang menawarkan stabilitas lebih baik. Baterai ini juga cenderung lebih aman dan tidak mudah mengalami kebakaran atau ledakan. Selain itu, baterai LiFePO4 memiliki siklus hidup yang panjang, yaitu umumnya lebih dari 2.000 siklus pengisian.

Di sisi lain, LiFePO4 memiliki kepadatan energi yang lebih rendah dibandingkan beberapa jenis baterai lithium lainnya. Akibatnya, baterai ini dapat memiliki ukuran dan bobot yang lebih besar untuk kapasitas yang sama. Harganya juga biasanya relatif lebih tinggi.

3. Baterai Lead-Acid (Timah-Asam)

Baterai lead-acid termasuk jenis baterai tertua yang masih digunakan pada beberapa sepeda listrik. Jenis ini banyak dipilih karena biaya produksinya lebih murah dibandingkan baterai lithium. Salah satu jenis yang umum dipakai di sepeda listrik adalah baterai SLA (Sealed Lead-Acid).

Namun, kepadatan energinya tergolong rendah sehingga untuk kapasitas yang sama, baterai ini memiliki ukuran dan bobot yang lebih besar. Siklus hidupnya juga relatif lebih pendek, yakni sekitar 300–500 siklus pengisian.

4. Baterai Nickel-Cadmium (NiCd)

Baterai Nickel-Cadmium atau NiCd sebenarnya sudah lama digunakan dalam berbagai perangkat elektronik, tapi kini sudah mulai ditinggalkan. Pasalnya, cadmium yang merupakan logam berat berbahaya dan beracun membuat baterai jadi kurang ramah lingkungan.

NiCd juga memiliki efek memori yang dapat mengurangi kapasitas baterai jika tidak diisi dan dikosongkan dengan benar. Baterai NiCd dikenal memiliki masa pakai yang panjang, performa stabil, tapi memiliki tingkat self-discharge yang cukup tinggi.

5. Baterai Nickel-Metal Hydride (NiMH)

Berikutnya ada baterai Nickel-Metal Hydride atau NiMH. Dibandingkan lead-acid, baterai NiMH memiliki kepadatan energi yang lebih tinggi, tapi masih berada di bawah baterai lithium. Jenis baterai ini juga dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan NiCd.

Kekurangannya, baterai NiMH cenderung membutuhkan waktu pengisian yang lebih lama dan memiliki efisiensi pengisian yang lebih rendah. Baterai ini juga mempunyai tingkat self-discharge cukup tinggi sehingga dayanya lebih cepat berkurang ketika sepeda listrik tidak digunakan.

Selain kelima jenis baterai di atas, kita juga mengenal adanya baterai graphene. Graphene sendiri merupakan material berbasis karbon yang dapat ditambahkan atau digunakan pada bagian tertentu di baterai untuk meningkatkan performa secara keseluruhan.

Pada sepeda listrik, teknologi graphene umum ditemukan pada baterai berbasis lead-acid. Keunggulan baterai ini antara lain memiliki proses pengisian daya yang lebih cepat, umur pakai lebih panjang, lebih tahan panas, serta lebih efisien.

Berapa Harga Baterai Sepeda Listrik?

Ilustrasi sepeda listrik

Ilustrasi sepeda listrik. FOTO/iStockphoto

Harga baterai sepeda listrik cukup beragam karena dipengaruhi oleh jenis baterai, kapasitas, tegangan, hingga reputasi merek. Berdasarkan sejumlah harga produk yang tersedia di pasaran, baterai lead-acid umumnya menjadi pilihan yang ekonomis, sedangkan baterai lithium-ion dan LiFePO4 cenderung lebih mahal.

Baterai yang beredar di pasaran juga sudah banyak yang dilengkapi graphene, terutama jenis lead acid. Harga baterai sepeda listrik grafena berbasis lead-acid biasanya mulai sekitar Rp200–300 ribuan, sementara baterai lithium umumnya lebih mahal dengan harga mulai dari Rp1 jutaan per unit.

Perlu diketahui juga bahwa sepeda listrik bisa membutuhkan lebih dari satu unit baterai sehingga penghitungan biaya baterai jangan hanya melihat harga per unit, tapi juga jumlah baterai yang dibutuhkan.

Sebagai contoh, sepeda listrik dengan sistem 48V bisa membutuhkan 4 unit baterai 12V. Apabila 1 unit baterai (12V) sekitar Rp300.000, maka harga baterai sepeda listrik 48V bisa mencapai sekitar Rp1,2 juta.

Saat ini kebanyakan baterai yang dijual di pasaran adalah jenis lead-acid dan lithium yang masing-masing memiliki harga berbeda tergantung tegangan dan kapasitas. Sebagai referensi, berikut kisaran harga baterai sepeda listrik yang ada di pasaran:

1. Baterai Lead-Acid

  • Kapasitas 12V 12Ah: Rp250.000–Rp400.000
  • Kapasitas 12V 15Ah: Rp300.000–Rp400.000
  • Kapasitas 12V 20Ah: RP400.000–Rp500.000

2. Harga Baterai Sepeda Listrik Lithium

  • Kapasitas 48V 12Ah: Rp1.800.000–Rp2.000.000
  • Kapasitas 48V 20Ah Rp2.500.000–Rp3.000.000
  • Kapasitas 48V 24Ah: Rp3.000.000–Rp3.500.000

Panduan Memilih Baterai Sepeda Listrik

 ilustrasi sepeda listrik

ilustrasi sepeda listrik. foto/istockphoto

Kunci utama memilih baterai sepeda listrik adalah harus sesuai atau kompatibel dengan spesifikasi kendaraan. Seperti yang diketahui, baterai sepeda listrik terdiri dari banyak jenis, termasuk soal tegangan dan kapasitas. Jadi, perhatikan hal berikut ketika memilih baterai:

1. Tegangan Baterai (V)

Pertama, cek tegangan baterai bawaan atau spesifikasi sepeda, misalnya 24V, 36V, atau 48V. Saat akan membeli baterai, pastikan memilih baterai dengan tegangan yang sama atau sesuai dengan sepeda.

Jangan sembarangan mengganti baterai 36V dengan baterai baru bertegangan 48V hanya karena kapasitasnya lebih besar. Tegangan yang tidak sesuai dapat menyebabkan sistem tidak bekerja dengan baik atau bahkan merusak komponen.

2. Kapasitas Baterai (Ah)

Setelah tegangan sesuai, perhatikan kapasitas dalam Ah (ampere-hour). Semakin besar Ah, semakin banyak energi yang dapat disimpan dan umumnya semakin jauh jarak tempuh yang bisa dicapai.

Secara teori, mengganti baterai lama dengan baterai baru dengan kapasitas (Ah) lebih besar sebenarnya tidak masalah selama tegangannya sesuai dan ukuran fisik baterai memang pas dengan ruang yang tersedia.

Namun, bagaimanapun juga tetap disarankan untuk memilih baterai sepeda listrik dengan spek yang sama dengan baterai lama agar benar-benar kompatibel dengan sistem dan kemampuan sepeda.

3. Pilih Jenis Baterai yang Sesuai

Sepeda listrik yang awalnya memakai baterai lead-acid bisa saja mengganti baterainya dengan jenis lithium, tapi penggantian baterai biasanya tidak bisa dilakukan secara langsung karena ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Mengganti jenis baterai harus mempertimbangkan tegangan, kapasitas, kemampuan arus, controller, hingga ukuran, semuanya harus kompatibel. Selain itu, charger lead-acid tidak boleh digunakan sembarangan untuk baterai lithium karena karakteristik pengisiannya berbeda.

Jadi, akan lebih aman jika memilih baterai baru dengan jenis yang sama dengan baterai lama. Jika ingin beralih ke jenis baterai baru, sebaiknya hubungi bengkel atau teknisi yang berpengalaman.

Demikian penjelasan terkait harga baterai sepeda listrik, jenis-jenisnya, hingga panduan singkat dalam memilih unit baterai. Pastikan untuk memilih baterai yang tepat dan sesuai dengan spesifikasi sepeda listrik agar kendaraan bisa beroperasi normal serta memberikan performa yang optimal.

Temukan berbagai tips, rekomendasi, info spesifikasi, hingga berita terkini seputar dunia otomotif melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Otomotif

Baca juga artikel terkait SEPEDA LISTRIK atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Gearbox
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani