Menuju konten utama

Gus Ipul Sosialisasi DTSEN dan Cek Sekolah Rakyat di Majalengka

Gus Ipul mengingatkan pentingnya peran operator data di setiap desa dalam pemutakhiran DTSEN. 

Gus Ipul Sosialisasi DTSEN dan Cek Sekolah Rakyat di Majalengka
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melakukan sosialisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) kepada Operator Data Desa Kabupaten Majalengka di Gelanggang Guru Muda, Majalengka, Jawa Barat, Jumat (24/4/2026). FOTO/dok.Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), turun langsung ke Majalengka, Jawa Barat, untuk menyosialisasikan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) kepada operator data dari desa-desa di kabupaten itu, pada Jumat (24/4/2026). Setelah itu, ia meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 34 Majalengka.

Berbicara dalam sosialisasi di Gelanggang Guru Muda, Majalengka, Gus Ipul menegaskan pembenahan data penting guna memastikan program pemberdayaan tepat sasaran. Tanpa data yang akurat, bantuan sosial tak akan pernah benar-benar menjangkau mereka yang paling membutuhkan.

"Ini adalah pekerjaan rumah bersama kita dan akan kita coba selesaikan secara bersama-sama," ujarnya.

Ia mencontohkan Indriyani (12), siswi SRMP 34 Majalengka yang sebelumnya tinggal bersama ibunya, menumpang di rumah orang. Kisah anak itu menjadi pengingat betapa banyak warga yang selama ini luput dari pendataan.

"Ini adalah salah satu potret dari saudara kita semua yang mungkin selama ini luput dari pendataan. Yang oleh Presiden disebut sebagai the invisible people," kata Gus Ipul.

Kondisi serupa, lanjutnya, bisa terjadi di lingkungan terdekat. "Bisa jadi dia tetangga kita, bisa jadi saudara kita. Tapi kita tidak pernah melihat penderitaan mereka," ujar dia.

Untuk menjawab persoalan itu, pemerintah kini menjadikan DTSEN sebagai satu-satunya rujukan data sosial ekonomi nasional, sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. Data ini dikelola BPS dan menggunakan sistem desil — pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan dari desil 1 hingga desil 10.

Gus Ipul menambahkan, penentuan desil tidak bisa disamakan di tiap level wilayah. "Desil nasional dengan desil provinsi dan desil kabupaten sangat berbeda. Oleh karena itu tugas pemerintah daerah bersama BPS menentukan desil di wilayah masing-masing," terangnya.

Di kabupaten dan provinsi penentuan desil melibatkan pemerintah daerah dan dinas sosial. Adapun untuk tingkat nasional penentuannya dilakukan oleh Kemensos dan BPS pusat.

Agar DTSEN bisa terus selaras dengan kondisi faktual di masyarakat, pemutakhiran data perlu dilakukan. Di sinilah peran operator data desa menjadi krusial.

Merekalah yang menginput data dari lapangan — hasil musyawarah di tingkat RT/RW dan desa — sebelum diteruskan ke kabupaten hingga pusat.

"Sehebat-hebatnya RT, sehebat-hebatnya kepala desa, tergantung kepada operator data desa. Karena operator data desa inilah yang meng-input data," tegasnya.

"Kalau operatornya meleng, datanya bisa keliru."

Data pun tidak cukup diperbarui sekali. Gus Ipul mengingatkan bahwa kondisi masyarakat terus berubah, sehingga pemutakhiran harus berjalan berkelanjutan.

"Kalau datanya akurat, maka bansos akan tepat sasaran. Kalau bansosnya tepat sasaran, keluarganya akan bisa naik kelas," ujarnya.

Bupati Majalengka Eman Suherman menambahkan, upaya peningkatan akurasi data di daerahnya dibarengi program pelabelan. Sebanyak 1.025 rumah penerima manfaat yang telah menjalani graduasi mandiri diberi label khusus untuk memudahkan pemantauan.

Gus Ipul Cek Perkembangan SRMP 34 Majalengka

Usai sosialisasi, Gus Ipul dan Bupati Eman meninjau SRMP 34 Majalengka. Yang mereka temukan bukan sekadar ruang kelas — melainkan perubahan nyata pada diri anak-anak di dalamnya. Sikap disiplin, misalnya, terlihat pada kebiasaan sederhana seperti berdoa dan tertib saat makan.

"Lima bulan lalu mereka datang dengan rasa malu dan kurang percaya diri, sekarang sudah jauh lebih tertib dan disiplin," ujar Gus Ipul.

Para siswa pun berbicara. Zeni Indriyani (14) mengaku betah tinggal di asrama Sekolah Rakyat. "Sangat menyenangkan dan seru, karena bisa bertemu teman-teman dari desa yang berbeda," katanya.

Sementara itu, Muhammad Rega Ardiansyah (17), yang sempat putus sekolah dua tahun, mengaku bangga sekaligus bahagia bisa menempuh pendidikan di SRMP 34.

Selain berdialog dengan siswa, Gus Ipul dan rombongan menyaksikan sejumlah penampilan siswa seperti pidato dalam Bahasa Inggris dan Arab serta paduan suara. Ada juga simulasi pembelajaran Matematika berbahasa Inggris oleh guru SRMP 34, Dinda Rani Saputri.

Dalam kunjungan itu, turut hadir Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan, Ketua DPRD Kabupaten Majalengka Didi Supriadi, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Noneng Komara Nengsih, Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka Aeron Randi, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Majalengka.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis