Gula dan Semut di Kongres ke-V PDIP

Oleh: Bayu Septianto - 8 Agustus 2019
Dibaca Normal 2 menit
Sejumlah petinggi partai datang ke Kongres PDIP. Bagi pengamat, ini adalah bukti bahwa PDIP, sebagai pemenang Pileg 2019, memang punya pesona. Ini juga bisa meningkatkan daya tawar mereka.
tirto.id - PDIP membuka Kongres ke-V di Sanur, Bali, siang ini (8/8/2019) dengan meriah. Saat Presiden Joko Widodo--yang juga kader PDIP--tiba di lokasi, kira-kira pukul 13.17 Wita, mars partai langsung berkumandang.

Jokowi datang bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin.

Pantauan reporter Tirto di lokasi, selain kader PDIP, sejumlah ketua umum dan sekjen partai pengusung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019 dalam Koalisi Indonesia Kerja pun hadir.

Ada Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Nasdem Surya Paloh, Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang, Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono, Sekjen PKB Hanif Dhakiri, dan Sekjen Perindo Ahmad Rofiq.

Di antara partai KIK, hanya perwakilan PSI dan PBB yang tidak terlihat batang hidungnya.

Sejumlah 'orang penting' juga hadir, termasuk para pejabat negara dan politikus yang selama ini beroposisi dengan Jokowi. Beberapa di antaranya adalah Menhub Budi Karya Sumadi, Kepala Bekraf Triawan Munaf, Menteri KKP Susi Pudjiastuti, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, rekan Jokowi di Balai Kota DKI dulu.

Terakhir, dan barangkali paling menarik, adalah kedatangan Prabowo Subianto, lawan Jokowi pada pilpres lalu.

Pesona PDIP


Dosen komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menilai kehadiran para elite di acara ini menandakan bahwa PDIP memang partai yang disegani.

"Banyak partai yang ingin berteman dengan PDIP," ujar Hendri kepada reporter Tirto, Rabu (7/8/2019).


PDIP adalah pemenang Pileg 2019 dengan perolehan suara nyaris 20 persen. Dengan begitu peran mereka akan sangat vital di parlemen, termasuk mensukseskan program pemerintahan. Partai ini pula yang membesarkan nama Jokowi hingga akhirnya bisa menduduki jabatan orang nomor satu di republik.

Dengan status itu PDIP ibarat gula, dan para elite yang hadir adalah semut. Datang ke kongres dapat meningkatkan daya tawar mereka baik di mata PDIP atau Jokowi karena sebelum ini beberapa partai bahkan sudah terang-terangan meminta jatah 'kursi'.

Pada sisi lain, kata Hendri, "PDIP juga ingin didekati parpol" karena posisinya semakin kuat jika banyak yang mendukung.

Kedatangan Prabowo juga bisa dimaknai serupa: bahwa itu adalah sinyal kuat Gerindra bergabung ke pemerintahan Jokowi.

"Memang koalisi antara Gerindra dan PDIP itu akan terjadi karena makin dekatnya Prabowo dan Mega," jelas Hendri.

Megawati Soekarnoputri sendiri mengakui betapa kini PDIP jadi 'gula' dalam pidato pembukaan kongres.

"Saya bilang dengan sekjen (Hasto Kristiyanto), 'gini lho, enak To, kalau jadi pemenang terus, semua orang mau merapat. Yang tidak kenal dengan saya saja senyum manis, salaman. Kalau dulu mana mau," katanya.

Tapi bagi Sekjen Nasdem Johnny G. Plate, setidaknya partainya sendiri tidak bermaksud mengambil keuntungan dari kedatangan mereka di Kongres PDIP. Johnny membantah di sela-sela acara tersebut akan terjadi lobi-lobi politik antara partai KIK non-PDIP dengan Jokowi untuk membahas kabinet.


Dia bilang kedatangan pejabat teras partai semata bentuk soliditas koalisi.

"Terlalu banyak isu yang hanya spekulatif dari pihak yang mungkin merasa terganggu dengan soliditas koalisi KIK. Kami anggap sebagai dinamika biasa dan akhirnya akan menjadi seperti angin lalu saja," kata Johnny kepada reporter Tirto.

Pembahasan


Kongres ke-V PDIP yang diselenggarakan pada 8-11 Agustus 2019 tak hanya mengagendakan pemilihan ketua umum saja. Hal lain akan dibahas, termasuk yang terkait dengan kabinet Jokowi sebagai presiden terpilih periode 2019-2024.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan PDIP akan membahas struktur kabinet Jokowi termasuk nomenklaturnya, seperti apakah perlu menggabungkan beberapa kementerian atau mengurangi jumlah menteri koordinator (menko).

"Apakah Menperin (perindustrian) mau digabung dengan Mendag (perdagangan) itu akan kami jawab. Apakah menko akan tetap empat atau tiga akan kami jawab," jelas Hasto di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019).

Pembahasan ini akan dituangkan dalam bentuk rekomendasi. Rekomendasi akan diserahkan langsung ke Jokowi dalam kongres atau lewat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Baca juga artikel terkait KONGRES PDIP atau tulisan menarik lainnya Bayu Septianto
(tirto.id - Politik)

Reporter: Bayu Septianto
Penulis: Bayu Septianto
Editor: Rio Apinino
DarkLight