Menuju konten utama

Gugus Tugas Sebut Stok Pangan Indonesia 3-4 Bulan ke Depan Aman

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Letjen Doni Monardo mengatakan kalau stok pangan Indonesia masih cukup hingga paling lama empat bulan ke depan.

Gugus Tugas Sebut Stok Pangan Indonesia 3-4 Bulan ke Depan Aman
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo (tengah) didampingi pejabat terkait memberikan keterangan kepada media berita terkini mengenai kasus COVID-19 di Kantor Pusat BNPB, Jakarta, Sabtu (14/3/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja.

tirto.id - Ketua Gugus Tugas Covid-19 Letjen Doni Monardo mengatakan kalau stok pangan Indonesia masih cukup. Ia menyebut, stok pangan masih cukup hingga paling lama 4 bulan ke depan.

"Jadi Pak Mentan juga telah menyampaikan kepastian termasuk juga pada ratas 7 hari yang lalu untuk pangan 3 sampai 4 bulan ke depan, alhamdulillah aman," kata Doni usai rapat terbatas via teleconference dengan Presiden Jokowi, Senin (13/4/2020).

Doni mengatakan, pesan Presiden Jokowi tentang masalah pangan berkaitan dengan masalah kekeringan.

Presiden meminta agar jajarannya mewaspadai bahaya kekeringan dalam waktu dekat sesuai dengan masukan dari Food and Agricultuter Organization (FAO) bahwa akan ada krisis pangan akibat Covid-19 dan masalah kekeringan. Ia ingin Indonesia meningkatkan kualitas stok pangan dalam negeri.

"Juga ketergantungan impor juga dihilangkan, karena bisa jadi beberapa negara yang selama ini menjadi negara yang memberikan kebutuhan pangan kita mungkin saja ke depan tidak memenuhinya," kata Doni.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta Indonesia waspada kelangkaan pangan akibat pandemi Covid-19. Hal tersebut merespons peringatan Food and Agriculture (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) soal ancaman kelangkaan pangan pada akhir Maret 2020 lalu.

"Ini peringatan dari FAO agar betul-betul kita perhatikan, kita garis bawahi mengenai peringatan bahwa pandemi Covid-19 ini bisa berdampak pada kelangkaan pangan dunia atau krisis pangan dunia," kata Jokowi dalam rapat terbatas via teleconference dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/4/2020).

Jokowi mengingatkan panen Indonesia mungkin akan berjalan baik pada termin pertama. Akan tetapi, panen Agustus maupun September perlu dipastikan agar tidak terjadi kelangkaan pangan di Indonesia, termasuk dengan upaya distribusi.

"Nanti betul-betul dilihat secara detail sehingga tidak mengganggu produksi rantai pasok maupun distribusi dari bahan-bahan pangan yang ada," kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi memerintahkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian agar mengimbau para kepala daerah untuk mencegah kelangkaan pangan dan lonjakan harga pangan.

"Pak menteri dalam negeri agar menjaga gubernur, bupati, wali,kota diingatkan untuk menjaga ketersediaan bahan-bahan pokok, membuat perkiraan-perkiraan ke depan sehingga kita bisa memastikan tidak terjadi kelangkaan bahan pokok dan harga yang masih terjangkau," kata Jokowi.

Baca juga artikel terkait PANDEMI CORONA atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Maya Saputri